Kabar BUMN – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI (Persero) telah menyelesaikan produksi 1,3 juta unit kartu prepaid dari PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. untuk kebutuhan tahun anggaran 2024.
Rencananya, produksi akan ditingkatkan secara ekspansif dengan memproduksi 1 juta kartu per bulan guna memenuhi kebutuhan sektor perbankan sepanjang tahun 2025.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Vice President Corporate Secretary PT INTI (Persero) Gema Alfarisi Deri.
“Tren transaksi menggunakan e-money yang terus meningkat ini menjadi trigger bagi kami untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1 juta unit kartu per bulan untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional,” katanya, Jumat (14/2).
Sepanjang 2024, PT INTI (Persero) mencatat telah menuntaskan produksi 1,3 juta unit kartu prepaid.
Angka tersebut setara dengan 25,5% dari total kebutuhan kartu prepaid Bank Mandiri sebanyak 5,1 juta unit selama tahun 2024.
Baca Juga: PT INTI (Persero) Raih Predikat Informatif Empat Tahun Berturut-turut
Pada periode tersebut, kebutuhan kartu prepaid dirampungkan dengan kapasitas produksi sebesar 200.000 unit per bulan.
Selanjutnya, Gema Alfarisi Deri menjelaskan, bahwa peningkatan kapasitas produksi terpasang pada tahun 2025 akan dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan Kartu Debit Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Kartu Prepaid secara nasional.
E-money merupakan instrumen pembayaran berupa uang elektronik yang dapat disimpan pada suatu perangkat seperti chip atau server.
Baca Juga: PT INTI Cetak Rekor Kinerja dalam Sejarah Perusahaan, Bukti Sukses Restrukturisasi Keuangan
Instrumen pembayaran yang memiliki tingkat keamanan tinggi ini memungkinkan penggunanya untuk bertransaksi dengan kartu atau media penyimpanan lainnya seperti aplikasi, tanpa perlu mengandalkan uang fisik.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bank Indonesia, total transaksi belanja via e-money di Indonesia mencapai Rp372,91 triliun per Agustus 2024.