Oli palsu dapat berdampak buruk pada performa kendaraan karena sistem pelumasan tidak bekerja optimal. Hal ini menyebabkan peningkatan gesekan antar komponen mesin dan mempercepat keausan.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menurunkan performa kendaraan serta menyebabkan kerusakan fatal. Akibatnya, biaya perawatan kendaraan meningkat karena banyak komponen yang perlu diganti.
Nurudin, Quality Manager Pertamina Lubricants, menjelaskan lebih lanjut mengenai bahaya penggunaan oli palsu.
“Pada kasus tertentu, seperti oli diesel tanpa additive detergent atau dispersant, kerusakan mesin bisa terjadi secara langsung."
Baca Juga: Bayar Parkir Rp2 Ribu, Sudah Bisa Santai Seharian di Pantai Cantik Tabanan
"Begitu pula dengan pelumas industri yang membutuhkan spesifikasi khusus, seperti pelumas kompresor, penggunaan pelumas palsu dapat merusak sistem pelumasan secara instan,” ungkapnya.
Cara Mengenali Oli Asli dan Palsu
Agar terhindar dari produk oli palsu, Pertamina Lubricants memberikan beberapa panduan yang bisa dilakukan konsumen:
- QR Code pada Stiker Label: Setiap botol oli asli memiliki QR Code unik dengan kombinasi 9-10 karakter acak. QR Code ini dapat dipindai dan akan mengarahkan pengguna ke situs LUBES ID untuk memverifikasi keaslian produk. Jika kode yang muncul tidak sesuai, maka produk tersebut patut dicurigai sebagai barang palsu.
- Hologram di Tutup Botol: Oli asli memiliki hologram halus dengan titik-titik yang hanya terlihat pada sudut kemiringan 45 derajat.
- Nomor Batch di Tutup dan Leher Botol: Produk asli memiliki 8 digit nomor batch yang tercetak sejajar dan jelas.
- Triple Layer Botol: Bagian dalam botol oli asli memiliki warna yang berbeda dari bagian luar ketika tutup dibuka.
Untuk memastikan keamanan dan keaslian produk, masyarakat disarankan membeli oli hanya dari tempat terpercaya seperti SPBU Pertamina, Bengkel Fastron Auto Service, Enduro Motor Service, serta bengkel resmi lainnya.
Seluruh produk oli Pertamina diformulasikan menggunakan teknologi canggih serta telah mendapatkan sertifikasi dari badan uji internasional seperti API, ACEA, JASO, dan Original Engine Manufacturer (OEM).
***