Kabar BUMN – Desa Pulo Panjang, yang hanya berjarak satu jam perjalanan dengan perahu dari Pelabuhan Grenyang, menawarkan kehidupan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Terletak di Teluk Banten dan masuk dalam wilayah Kabupaten Serang, desa ini dihuni sekitar 3.200 jiwa.
Sebagai kawasan pesisir, masyarakatnya memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perikanan.
Baca Juga: Pertamina Regional Jawa Kenalkan Keterampilan Keselamatan kepada Anak Sejak Dini
Para nelayan menangkap berbagai jenis ikan yang menjadi sumber utama pendapatan bagi penduduk setempat.
Namun, tantangan ekonomi kerap menghadang akibat kondisi cuaca yang tak menentu, terutama saat musim hujan.
Perubahan iklim sering kali membuat para nelayan tidak bisa melaut, bahkan jika mereka tetap pergi, hasil tangkapan sering kali tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Baca Juga: Hemat Rp 20.000! DAMRI Tawarkan Promo Tiket ke Bandara Soekarno-Hatta, Cek Harga dan Syaratnya!
Demi menambah pemasukan, para perempuan di desa ini mulai mengolah hasil laut menjadi berbagai produk makanan.
Hasil olahan ini kemudian dipasarkan ke luar pulau hingga ke wilayah perkotaan di Jawa.
Sayangnya, keterbatasan peralatan produksi menjadi kendala utama dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Baca Juga: Jangan Sedih, Meskipun yang Di Jakarta Belum Beroperasi Lagi, Ini 4 Planetarium Lainnya di Indonesia
Untuk mengatasi tantangan ini, PHE OSES dari Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina hadir dengan program dukungan bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi usaha mereka.
Pada awal Februari, PHE OSES menyerahkan bantuan berupa sarana dan prasarana kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel.