Dengan meningkatkan pasokan minyak dan gas domestik, PHE mendukung industri hilir, termasuk pengolahan bahan bakar dalam negeri, petrokimia, dan gas industri.
Baca Juga: Media Gathering 2025: PHE Ajak Media Perkuat Komitmen untuk Sukseskan Ketahanan Energi Nasional
Upaya ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor produk energi olahan dan memperkuat daya saing sektor industri nasional.
Untuk mengatasi tantangan produksi, PHE menjalankan berbagai strategi, termasuk eksplorasi wilayah baru, reaktivasi sumur yang belum berproduksi, serta penerapan teknologi EOR.
Teknologi seperti waterflood dan steamflood diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi dari sumur yang sudah beroperasi lama.
Baca Juga: PHE Catat Temuan Sumberdaya Kontigen Terbesar Sepanjang 15 Tahun Terakhir
Selain itu, percepatan proyek greenfield atau lapangan baru juga menjadi prioritas.
“Kami berfokus pada eksplorasi wilayah baru, termasuk pengeboran di area laut dalam dan target yang lebih dalam dari sumur konvensional.
"Ini adalah langkah strategis untuk memastikan cadangan energi tetap mencukupi di masa depan,” ujar Asep.
Baca Juga: Pohon untuk Anak Cucu, PHE ONWJ dan Warga Desa Cemara Kulon Bersatu Hijaukan Bumi
Ke depan, PHE akan terus mendorong efisiensi operasi dan mencari peluang eksplorasi baru.
Asep menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi sangat penting untuk memastikan industri migas tetap berdaya saing.
“Dunia energi sedang berubah, dan kita harus beradaptasi dengan inovasi serta efisiensi.
Baca Juga: PHE Buka Kemitraan di Sumur Idle, Ajakan kepada Swasta untuk Dukung Swasembada Energi
"Dengan strategi yang tepat, industri migas Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan terus menjadi pilar utama ketahanan energi nasional,” pungkasnya.