Titik Krusial
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk menyiapkan strategi menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Pemerintah memprediksi sekitar 5,1 juta orang akan melakukan perjalanan lintas provinsi dan dalam provinsi, yang berpotensi menyebabkan kepadatan di beberapa titik krusial.
Baca Juga: ASDP Perkuat Layanan Merak-Bakauheni untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2025
Antisipasi dilakukan dengan mengatur lalu lintas di jalur arteri yang terdampak pasar tumpah serta menyiapkan mekanisme pengendalian di lokasi wisata yang diperkirakan akan mengalami lonjakan pengunjung.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap angkutan barang, khususnya kendaraan yang melebihi kapasitas muatan (ODOL), serta meningkatkan layanan angkutan feeder ke terminal, stasiun, dan bandara.
Strategi pengendalian penyeberangan Merak–Bakauheni juga menjadi perhatian utama, termasuk penerapan buffer zone, delaying system, serta penyamarataan tarif tiket Ferizy pada periode H-5 hingga H+5 Lebaran.
Baca Juga: Jelang Ramadan, ASDP dan Polri Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2025 di Pelabuhan Merak
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi lonjakan pemudik, termasuk memperkuat sistem pengaturan kendaraan dan memperluas fasilitas pendukung di pelabuhan dan jalan utama.
Dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan operator transportasi, sangat dibutuhkan untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini.
Pemerintah dan ASDP mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mengikuti aturan pengalihan kendaraan, dan membeli tiket lebih awal melalui Ferizy agar perjalanan lebih lancar dan nyaman.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Sirkular, ASDP Daur Ulang 100 Kg Limbah Tekstil di Hari Peduli Sampah 2025
Dengan strategi yang matang dan sinergi dari berbagai pihak, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan terkendali.***