Perusahaan melakukan modernisasi terminal, meningkatkan layanan dermaga multipurpose/konvensional, serta menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Sejumlah inisiatif lainnya juga tengah dijalankan, seperti pemanfaatan teknologi digital melalui PTOS-M, optimalisasi alat bongkar muat, serta terminalisasi pelabuhan di berbagai cabang, termasuk Palembang, Banten, Cirebon, Kijing, Jambi, dan Pangkal Balam.
Baca Juga: Neneko Iftar Package: Buka Puasa di Prambanan Resto dengan Menu Istimewa
Untuk layanan curah cair, PTP Nonpetikemas meningkatkan fasilitas di Terminal Kijing dan Pontianak dengan menambah peralatan bongkar muat dan melakukan penataan piperack.
Selain itu, efisiensi operasional terus ditingkatkan melalui standardisasi dan sistemisasi layanan di 12 terminal sejak 2023.
Program ini akan diperluas ke terminal lainnya guna mempercepat arus logistik nasional dan meningkatkan daya saing pelabuhan.
Baca Juga: Tarif Promo Naik DAMRI Stasiun KCIC Halim - PIK 2 Hanya Rp60 Ribu, Diperpanjang!
Dalam menjalankan operasionalnya, PTP Nonpetikemas berkomitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik dengan menerapkan kebijakan anti-suap dan anti-penyuapan secara ketat.
Perusahaan juga menolak segala bentuk pungutan liar dalam setiap proses bisnisnya.
"Kami memastikan seluruh operasional kami berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip integritas tinggi."
Baca Juga: Periksa dengan Seksama Seluruh Kondisi Mobil Sebelum Perjalanan Mudik, Ini 5 yang Paling Penting
"Ini adalah bagian dari upaya kami dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat dan terpercaya," jelas Fiona Sari Utami, Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas.
Dengan strategi yang telah disusun, PTP Nonpetikemas optimistis dapat menghadapi lonjakan permintaan logistik menjelang Lebaran 2025.
Operasional 24/7 yang diterapkan perusahaan memastikan distribusi barang tetap berjalan lancar dan efisien.
Baca Juga: Dibuka Lowongan Kerja Staf Marketing di PT MUM, Batas Waktu Lamaran 10 April 2025