Ketua proyek tim OOIP, Bhaskara Aji menyampaikan fitur unggulan dalam aplikasi tersebut.
Baca Juga: Terjebak Macet Saat Mudik Lebaran? Simak Tips Agar Anak Tidak Rewel di Perjalanan
Kalkulasi otomatis (automated calculation), misalnya, memungkinkan aplikasi untuk menghitung secara otomatis potensi produksi minyak, estimasi biaya perbaikan, dan aspek ekonomi lainnya dalam perbaikan sumur minyak.
Langkah selanjutnya adalah dilakukan identifikasi prioritisasi sumur berdasarkan potensi ekonomis dan tingkat kondisi.
Dengan pemanfaatan OOIP, PHE OSES mampu mendeteksi potensi gangguan sebelum sumur tersebut menjadi non-produktif, sekaligus melakukan penjadwalan pekerjaan sumur dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan faktor cuaca.
Baca Juga: Mudik Lebih Hemat! Promo DAMRI 20% untuk Perjalanan ke Jabodetabek Masih Bisa Diburu!
“Metode OOIP bisa mendeteksi potensi gangguan sumur lebih awal, sehingga perbaikan dapat dilakukan tanpa menunggu sumur berhenti produksi,” ujar Bhaskara Aji.
Setelah diterapkan pertama kali pada 2023, OOIP memberikan dampak signifikan terhadap kinerja operasi PHE OSES.
Jika sebelumnya rencana perbaikan sumur yang dapat dikerjakan dengan tepat berada di kisaran 69-82%, kini naik secara signifikan hingga 100%.
Baca Juga: KAI Hadirkan Fitur Female Seat Map, Bikin Perjalanan Kereta Makin Nyaman untuk Perempuan
Bhaskara bersama tim melakukan survei untuk mendapat tanggapan dari seluruh pengguna OOIP.
Hasilnya, survei indeks kepuasan pengguna mencatat skor 4.9 dari skala 5.
Lebih dari itu, inovasi ini juga mendapat respons positif dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Baca Juga: Lowongan Magang BUMN di Perum DAMRI, Dibuka Posisi Administrasi Hukum sampai 4 April 2025
Triharyo Indrawan Soesilo, staf khusus Menteri ESDM periode 2023, menyebut OOIP sebagai terobosan luar biasa yang sukses mempercepat dan mempermudah proses evaluasi dan eksekusi pekerjaan sumur.