rilis-bumn

Bio Farma Gelar Workshop Penanganan Gigitan Ular di Kupang, Dukung Ketersediaan Serum Anti Bisa di Daerah Endemis

Kamis, 10 April 2025 | 19:00 WIB
Bio Farma selenggarakan workshop penanganan gigitan ular di Kupang, hadirkan serum anti bisa dan edukasi bagi tenaga medis daerah endemis. (Dok. Bio Farma )

Dalam kondisi ketika pasien sudah memasuki fase sistemik, antivenom menjadi satu-satunya cara untuk menetralkan bisa ular di dalam tubuh.

Baca Juga: Ingin Saldo GoPay Gratis dari Telkomsel? Ikutan Giveaway Ini Sekarang Juga!

Jenis serum yang digunakan harus sesuai dengan jenis ular dan toksinnya, sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan dan harus berdasarkan petunjuk ahli.

Pemahaman ini menjadi hal penting yang ditekankan dalam pelatihan tersebut.

Data dari Indonesia Toxinology Society menunjukkan bahwa Indonesia mengalami sekitar 135.000 kasus gigitan ular setiap tahunnya.

Baca Juga: Solusi Transportasi Pasca Libur Lebaran: JR Connexion DAMRI Siap Antar Kamu ke Kantor dari Pagi Hari

Dari jumlah tersebut, 10 persen berujung pada kematian.

Namun, angka ini belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya karena keterbatasan pelaporan di lapangan.

Hal ini menegaskan perlunya pelatihan yang merata dan tepat bagi tenaga medis.

Baca Juga: 5 Pasar Subuh di Kawasan Jabodetabek, Jajanan Tradisional Se-Indonesia Bisa Ditemukan di Sini

drg. Iien Adriany, M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, menyampaikan bahwa penanganan gigitan hewan berbisa masih merupakan program baru di wilayahnya.

Ia menyoroti bahwa prosedur penanganan awal di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama masih belum seragam.

“Kegiatan yang diinisiasi Bio Farma ini merupakan momen yang sangat penting."

Baca Juga: Masih Dibuka! Magang di Hutama Karya untuk Mahasiswa Akuntansi, Yuk Daftar Sekarang

"Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam melakukan pertolongan pertama kasus gigitan ular berbisa,” ungkapnya dalam sambutan pembuka acara.

Halaman:

Tags

Terkini