rilis-bumn

PTP Nonpetikemas Tanjung Priok Catat Peningkatan Layanan Operasional Selama Lebaran: Tanda Konsistensi dan Inovasi Pelabuhan Nasional

Jumat, 11 April 2025 | 16:00 WIB
PTP Nonpetikemas Tanjung Priok mencatat lonjakan layanan bongkar muat selama Lebaran 2025. Pelabuhan terbesar di Indonesia ini terus berinovasi melalui fasilitas modern, SDM tersertifikasi. (Dok. PTP Nonpetikemas)

Kabar BUMN - Selama bulan Ramadhan dan masa Lebaran 2025, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas berhasil menunjukkan kinerja positif.

Hal ini diperlihatkan dengan peningkatan signifikan pada aktivitas layanan bongkar muat di Cabang Tanjung Priok.

Sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia, Tanjung Priok tetap beroperasi dengan optimal di tengah periode libur panjang, mencerminkan manajemen operasional yang semakin matang dan adaptif.

Baca Juga: Yuk, Daftar Lowongan Magang di Hutama Karya: Terbuka Posisi untuk Akuntansi!

Layanan Bongkar Muat Alami Lonjakan Volume

Hingga Maret 2025, PTP Nonpetikemas Tanjung Priok sudah mencatat total throughput sebesar 3,81 juta ton, atau setara dengan 115% dari target RKAP.

Angka ini bahkan mencerminkan peningkatan sebesar 126% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pertamina Dukung Pendidikan Lewat Beasiswa untuk Local Heroes dan Keluarganya

Pertumbuhan ini didorong terutama oleh aktivitas bongkar muat general cargo, salah satu jenis komoditas unggulan di pelabuhan ini.

Selama masa Ramadhan dan Lebaran, peningkatan layanan semakin terasa, dengan lonjakan sebesar 129% dibandingkan tahun 2024.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa meskipun berada dalam periode yang umumnya mengalami penurunan aktivitas logistik nasional, PTP Nonpetikemas justru mampu mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitasnya.

Baca Juga: Produsen Permen Jahe dari Karanganyar Menembus Pasar Ekspor Setelah Dapat Dukungan BNI Xpora

Ragam Komoditas yang Ditangani

PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok melayani berbagai jenis komoditas, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo.

Beberapa contoh komoditas curah kering yang dilayani adalah pasir, semen, gula, sulfur, dan garam. Sementara itu, komoditas curah cair mencakup CPO, RBD Olien, RBD Stearine, hingga PFAD.

Baca Juga: Mengenal Hanami: Tradisi Menikmati Keindahan Bunga Sakura di Jepang yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun

Halaman:

Tags

Terkini