rilis-bumn

PTP Nonpetikemas Tanjung Priok Catat Peningkatan Layanan Operasional Selama Lebaran: Tanda Konsistensi dan Inovasi Pelabuhan Nasional

Jumat, 11 April 2025 | 16:00 WIB
PTP Nonpetikemas Tanjung Priok mencatat lonjakan layanan bongkar muat selama Lebaran 2025. Pelabuhan terbesar di Indonesia ini terus berinovasi melalui fasilitas modern, SDM tersertifikasi. (Dok. PTP Nonpetikemas)

Untuk general cargo, pelabuhan ini menangani komoditas seperti gypsum, scrap iron, plywood, coil, kendaraan bermotor, alat berat, dan produk baja.

Keanekaragaman komoditas ini menunjukkan posisi strategis Tanjung Priok sebagai simpul penting dalam rantai pasok logistik nasional dan internasional.

Fasilitas Modern dan Dukungan SDM Tersertifikasi

Baca Juga: Mengenal Hanami: Tradisi Menikmati Keindahan Bunga Sakura di Jepang yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun

Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan, pelabuhan ini telah dilengkapi dengan infrastruktur yang mumpuni.

Fasilitas yang tersedia mencakup dermaga sepanjang lebih dari 3.300 meter, gudang penyimpanan seluas 25.000 meter kubik, serta area penumpukan barang seluas 150.000 meter kubik.

Untuk mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat, pelabuhan ini juga memiliki berbagai peralatan modern, seperti 11 unit Gantry Luffing Crane (GLC), 12 unit Overhead Crane, 8 unit hopper, 8 unit grab, serta lebih dari seribu unit fender.

Baca Juga: BNI Perkuat Mitigasi Risiko Kredit Valas di Tengah Pelemahan Rupiah

Tak hanya itu, tersedia pula forklift dan jembatan timbang sebagai fasilitas tambahan yang mempercepat proses logistik.

Kualitas layanan juga ditopang oleh kehadiran Sumber Daya Manusia yang telah tersertifikasi.

Dengan keahlian teknis yang mumpuni dan pelatihan berkelanjutan, SDM di PTP Nonpetikemas menjadi aset penting dalam menjaga efisiensi dan keselamatan operasional.

Baca Juga: MIND ID Targetkan Pasok Energi untuk Elektrifikasi Seluruh Sumatera

Strategi Jangka Panjang Menuju Pelabuhan Masa Depan

Menyambut tantangan logistik ke depan, PTP Nonpetikemas tak hanya berfokus pada layanan harian, tetapi juga menyusun berbagai strategi jangka panjang.

Salah satunya adalah target throughput tahun 2025 sebesar 53,5 juta ton/m³.

Baca Juga: Menikmati Musim Semi di Jepang, Ini 5 Tempat Terbaik untuk Melihat Bunga Sakura

Untuk mencapainya, perusahaan menerapkan pendekatan strategis, termasuk:

Halaman:

Tags

Terkini