rilis-bumn

PLN dan Kementerian Perhubungan Kolaborasi Kembangkan Hidrogen Hijau untuk Transportasi Laut

Minggu, 20 April 2025 | 14:30 WIB
Suasana penandatanganan MoU serentak terkait pengembangan hidrogen di berbagai sektor dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit 2025 pada Selasa (15/4). (Dok. PLN)

“PLN menyambut baik kolaborasi global ini untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih dari hulu ke hilir, khususnya di sektor energi dan transportasi.

Baca Juga: Siap Meriahkan Kediri! Ini Jadwal Lengkap Pertandingan Final Four PLN Mobile Proliga 2025

"Setelah sukses membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, PLN juga mendorong ekosistem kendaraan berbasis hidrogen sebagai solusi alternatif dekarbonisasi sektor transportasi, selain kendaraan listrik berbasis baterai,” ujar Hartanto.

PLN sendiri telah menunjukkan peran aktif sebagai pelopor dalam pengembangan ekosistem hidrogen hijau di Tanah Air.

Hingga saat ini, perusahaan telah memproduksi 203 ton hidrogen hijau melalui 22 Green Hydrogen Plant (GHP) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Siap Dukung Langsung Aksi Final Four PLN Mobile Proliga 2025? Cek Jadwal Pertandingannya di Sini!

Direktur HDF Energy untuk Asia Pasifik sekaligus Direktur Utama PT HDF Energy Indonesia, Mathieu Geze, juga menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendorong pemanfaatan teknologi fuel cell berbasis hidrogen hijau di sektor maritim nasional.

“Kami bangga menegaskan kembali komitmen terhadap masa depan Net Zero Emission melalui kolaborasi strategis ini.

"Kami ingin menempatkan Indonesia sebagai pelopor inovasi hidrogen hijau di kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga: PLN EPI Luncurkan Sistem Digitalisasi Biomassa, Bangun Ekosistem Energi Bersih Berbasis Rakyat

"Teknologi fuel cell kami merupakan langkah maju penting dalam dekarbonisasi transportasi laut di Indonesia, sekaligus menjadi etalase inovasi Prancis di panggung global,” pungkas Geze.

Langkah bersama ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin serius mewujudkan transformasi energi bersih, termasuk di sektor transportasi yang selama ini menjadi penyumbang signifikan emisi karbon.***

Halaman:

Tags

Terkini