rilis-bumn

Peringati Hari Bumi, Pertamina EP Donggi Matindok Gandeng Masyarakat Adat Togong-Tanga Jaga Kelestarian Hutan di Banggai

Kamis, 24 April 2025 | 12:00 WIB
Pertamina EP Donggi Matindok peringai Hari Bumi dengan mengajak masyarakat adat Togong-Tanga menjaga kelestarian hutan di Banggai. (Dok. Pertamina EP)

Untuk mengatasi hal ini, berbagai inisiatif telah dijalankan, seperti pemantauan berbasis komunitas, pengembangan hutan adat, festival budaya berskala internasional, serta promosi ekowisata.

Baca Juga: Safari Ramadan 2025: Pertamina EP Tambun Field Berbagi Kebaikan dengan Anak Yatim di Karawang

Salah satu kearifan lokal masyarakat Togong-Tanga yang terus dijaga adalah ritual adat “Tamakonya”, yang wajib dilakukan sebelum menebang pohon.

Masyarakat adat juga diakui sebagai penjaga hutan dan “perpustakaan hidup” karena pemahaman mereka terhadap keanekaragaman hayati yang ada.

“Masyarakat adat memiliki pengetahuan tradisional dan praktik berkelanjutan dalam mengelola sumber daya alam, tapi sayangnya peran mereka malah seringkali terpinggirkan.

Baca Juga: Dua Tahun Berturut-turut, Pertamina EP Sangasanga Field Raih PROPER Emas

"Padahal mereka adalah perpustakaan hidup yang justru mengemban tugas jadi penjaga rumah mereka.

"Masyarakat Adat Togong-Tanga menjadi bukti bahwa keberadaan mereka bisa membantu upaya konservasi, khususnya mengatasi pelaku illegal logging,” ujar Field Manager PEP DMF, Ridwan Kiay Demak.

Guna mendorong kesejahteraan, program ini juga mengembangkan kegiatan ekonomi berkelanjutan seperti budidaya lebah madu dan wisata minat khusus.

Baca Juga: Pertamina EP Tarakan Field Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi SBK Deep-001 di Sembakung Kalimantan Utara

Budidaya madu tak hanya memperbaiki ekosistem melalui peran lebah sebagai penyerbuk, tetapi juga menggantikan mata pencaharian sebelumnya yang merusak hutan.

Sebanyak 10 petani madu kini aktif di kawasan Taman Kehati Kokolomboi, dengan hasil panen antara 800–1200 liter per tahun.

Lebih luas, kelompok tani madu Kokolomboi telah menggandeng 245 petani dari luar kawasan, yang secara kolektif mampu menghasilkan hingga 8.400 liter madu setiap tahunnya.

Baca Juga: Pertamina EP Regional Jawa Sabet Tiga Penghargaan di Global CSR & ESG Summit & Awards 2025

Taman Kehati Kokolomboi juga sukses menarik wisatawan, dengan 453 pengunjung domestik dan lebih dari 60 wisatawan mancanegara dari 22 negara.

Halaman:

Tags

Terkini