Tak hanya berfokus pada balita, Mardiana juga memperhatikan kesehatan ibu hamil yang mengalami anemia dan kekurangan energi kronis.
Baca Juga: PHE OSES Merangkai Energi Kebaikan saat Ramadan, Salurkan Bantuan ke 609 Anak Yatim
Melalui PMU, kadar hemoglobin dan ukuran lingkar lengan para ibu berhasil meningkat, berkontribusi pada kesehatan mereka dan calon bayi yang dikandung.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, Mardiana bukan sekadar menekan angka stunting, melainkan juga membangun ekosistem pemberdayaan perempuan, di mana para ibu berperan aktif dalam membentuk masa depan yang lebih baik.
Eka Mustika: Membuka Peluang Ekonomi untuk Istri Nelayan
Baca Juga: Safari Ramadan, SKK Migas dan PHE WMO Eratkan Sinergi dengan Bupati Bangkalan
Berpindah ke pesisir utara Jawa Barat, di Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Subang, Eka Mustika menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi bagi perempuan adalah kunci kesejahteraan keluarga.
Dengan tekad kuat, sejak 2016 Eka membangun usaha komunitas yang bertujuan membantu istri nelayan agar tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan suami.
Baginya, pemberdayaan perempuan berarti membangun kepercayaan diri dan kemampuan mengambil keputusan finansial.
Baca Juga: SEBARAN 2025: Sinergi dan Kepedulian Perwira PHE untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Bergabung dengan Kelompok UMKM Wanita (KUW) Greenthink yang dibentuk oleh PHE Offshore North West Java (PHE ONWJ) pada 2017, Eka mendapatkan pelatihan bisnis, legalitas usaha seperti NIB, SPP-IRT, dan sertifikasi halal.
Langkah ini membuka jalan bagi perempuan lain untuk berani memulai usaha, sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.
Kini, Eka sukses mengembangkan Mustika Food, usaha pengolahan ikan tengkek—ikan yang sebelumnya kurang diminati, hanya dihargai Rp5.000 per kilogram.
Baca Juga: Harmoni Merangkai Energi, PHE Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci Bersama Ratusan Anak Yatim
Berkat inovasinya, harga ikan tengkek kini melonjak hingga Rp17.000 - Rp25.000 per kilogram.