Sementara itu, jasa penunjang migas mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi, yakni sebesar 52%, dari sebelumnya Rp342 miliar menjadi Rp521 miliar.
Baca Juga: KAI Commuter Kedatangan Dua Trainset KRL Lagi, Kni Miliki Enam Trainset KRL Baru
Kuatnya fundamental neraca keuangan tercermin dari peningkatan total aset Elnusa sebesar 11% menjadi Rp11,03 triliun hingga akhir Maret 2025, sejalan dengan kenaikan liabilitas menjadi Rp5,94 triliun dan ekuitas menjadi Rp5,09 triliun.
Pertumbuhan aset dan ekuitas ini didukung oleh perbaikan kinerja operasional Perusahaan.
Pada posisi saldo kas akhir tumbuh sebesar 20% menjadi Rp2,96 triliun.
Pencapaian ini memperkuat posisi keuangan Elnusa dalam menghadapi dinamika industri energi ke depan.
Lebih lanjut, pengelolaan aset yang efektif juga tercermin dari rasio Return on Assets (ROA) Elnusa yang mencapai 1,69% pada akhir maret 2025.
Capaian ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan aset untuk menghasilkan laba di awal tahun.
Baca Juga: Menguji Nyali di 7 Jalur Pendakian Paling Ekstrem di Indonesia
Sebelumnya, pada akhir Desember 2024, ROA Elnusa tercatat sebesar 6,71%, yang menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga efisiensi pengelolaan aset sepanjang tahun.
Dengan fundamental keuangan yang solid dan kinerja aset yang terjaga, Elnusa memiliki potensi kuat untuk terus meningkatkan profitabilitas seiring berjalannya tahun 2025.
Direktur Keuangan Elnusa, Stanley Iriawan menjelaskan, “Pencapaian kinerja solid Elnusa pada kuartal pertama tahun ini merupakan bukti keberhasilan strategi diversifikasi portofolio layanan bisnis, fokus pada efisiensi operasional, serta kesiapan perusahaan dalam menangkap berbagai peluang baru di sektor energi nasional."
"Kami berkomitmen untuk terus aktif berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.