rilis-bumn

Utang Waskita Karya Turun Rp14,7 Triliun, Pemulihan Nyata di 2024

Selasa, 29 April 2025 | 19:30 WIB
Rapat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 Waskita Karya pada hari ini (29/4) di Gedung Waskita Karya, Jakarta.

"Strategi ini mengedepankan pengerjaan sejumlah proyek dengan skema pembayaran bulanan dan menghindari turnkey, guna menjaga stabilitas modal kerja," jelasnya.

Baca Juga: Ingat, Ini Bukan Kereta Biasa, Cuma 8 Orang yang Bisa Ikut Perjalanan Romantis Ini

Ermy menegaskan, manajemen juga berkomitmen untuk melakukan perbaikan Tata Kelola Perseroan. Hal ini menjadi salah satu fokus utama demi mencapai bisnis perusahaan yang prudent dan sustain.

Pada tahun lalu, lanjutnya, Waskita berhasil mencatatkan total penurunan utang sebesar Rp14,7 triliun menjadi Rp69,3 triliun.

Kinerja Waskita induk atau secara standalone pun mencatatkan keuntungan dengan laba berjalan sebesar Rp4,8 triliun.

Baca Juga: Patra Drilling Contractor Genjot Digitalisasi Pengadaan Lewat Sosialisasi Aplikasi I-SPA

Laba itu disebabkan adanya peningkatan pendapatan lain-lain yang berasal dari pengakuan gain atas modifikasi utang dan adanya perbaikan rasio Beban Pokok Pendapatan/Pendapatan Usaha yang menghasilkan peningkatan margin laba kotor dari 0,6 persen pada 2023 menjadi 5,7 persen pada 2024.

Secara konsolidasi, Waskita juga berhasil meningkatkan EBITDA hingga 347 persen dari negatif Rp0,4 triliun menjadi positif Rp0,9 triliun.

Peningkatan itu dikarenakan kinerja operasional, efisiensi atas beban usaha, dan kontribusi pendapatan lain-lain atas divestasi sebagian kepemilikan saham di ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Baca Juga: Bisnis Terus Melaju, Elnusa Awali Tahun 2025 dengan Capaian Solid

Kemudian, beban keuangan Perseroan turun sebesar 1,8 persen dari Rp4,4 triliun menjadi Rp4,3 triliun.

Penurunan ini disebabkan oleh penurunan suku bunga pinjaman sejalan dengan restrukturisasi yang telah efektif dan divestasi ruas Tol Bocimi.

"Pada tahun lalu, Perseroan berkontribusi terhadap negara terkait pembayaran pajak sebesar Rp1,8 triliun secara konsolidasi," jelas Ermy.

Baca Juga: Rahasia Jadi Travel Vlogger Sukses, Ini 7 Tips Wajib untuk Pemula!

Adapun total Nilai Kontrak Baru (NKB) yang didapat Perseroan menembus Rp9,55 triliun sepanjang 2024.

Halaman:

Tags

Terkini