Kredit yang disalurkan Bank Mandiri menyasar sektor-sektor potensial dan tahan banting seperti infrastruktur, energi, makanan dan minuman, serta sektor padat karya lainnya.
Kredit corporate tumbuh 20% YoY menjadi Rp608 triliun, sementara kredit commercial mencatat pertumbuhan 21,4% YoY atau mencapai Rp296 triliun.
Kredit UMKM pun tumbuh Rp11 triliun menjadi Rp136 triliun, mencerminkan peran aktif Bank Mandiri dalam mendukung ekonomi rakyat.
Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan kualitas yang baik. Ini terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) bank only yang berada di angka 1,01% per Maret 2025. Hal ini ikut berkontribusi pada perbaikan Cost of Credit (CoC) ke level 0,71%, turun dari 0,99% pada tahun sebelumnya.
“Kami terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kredit, sekaligus mengoptimalkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan seiring dengan percepatan ekspansi di berbagai sektor,” tegas Darmawan.
Manajemen risiko menjadi bagian integral dari strategi ekspansi yang dijalankan. Rasio cakupan NPL secara bank only mencapai 299%, menunjukkan ketahanan dalam menghadapi risiko kredit.
“Penguatan manajemen risiko menjadi fondasi utama kami untuk memastikan pertumbuhan Bank Mandiri tetap berkelanjutan dalam jangka panjang."
Baca Juga: Manga Manners, Komik Jepang Bertema Etika Jepang yang Ditujukan Bagi Turis Asing
"Kami optimis, dengan manajemen risiko yang kuat, Bank Mandiri tidak hanya mampu menjaga ketahanan bisnis di tengah berbagai dinamika, sekaligus membuka banyak peluang untuk tumbuh lebih optimal dalam mendukung kemajuan ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Darmawan.
Dorong Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Digital
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Bank Mandiri juga mempercepat digitalisasi dengan memperkuat Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
Baca Juga: Peluang Magang Desain Interior di BUMN DAMRI, Lokasi Jakarta Timur!
Hingga Maret 2025, Livin’ mencatatkan 30,7 juta pengguna, dengan frekuensi transaksi mencapai 1,1 miliar, tumbuh 30% YoY. Nilai transaksinya menembus Rp1.070 triliun, naik 16% YoY.