rilis-bumn

Bank Mandiri Awali 2025 dengan Pertumbuhan Bisnis yang Konsisten dan Berkelanjutan

Rabu, 30 April 2025 | 09:30 WIB
Bank Mandiri awali 2025 dengan pertumbuhan positif melalui strategi ekspansi kredit, digitalisasi layanan, dan komitmen terhadap keuangan berkelanjutan. (Dok. Mandiri)

Pertumbuhan Dana Murah dan Komitmen Keuangan Hijau

Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat. Per akhir Maret 2025, DPK konsolidasi mencapai Rp1.748 triliun atau tumbuh 11,2% YoY, didorong oleh kenaikan dana murah sebesar 8,89% YoY. Komposisi dana murah bank only mencapai 77,1%.

Pemanfaatan platform digital Livin’ dan Kopra secara optimal mendorong pertumbuhan CASA, yang memperkuat struktur pendanaan yang efisien. “Kami memanfaatkan digitalisasi untuk mengoptimalkan akuisisi dana murah dan meningkatkan efisiensi biaya dana,” ujar Darmawan.

Baca Juga: IHC RS Pertamina Tanjung Resmikan Gedung Rawat Inap dan Fasilitas IPAL Modern

Untuk menjaga likuiditas dan memperkuat struktur pendanaan, Bank Mandiri menerbitkan Global Bond senilai USD 800 juta dan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan Tahap II sebesar Rp5 triliun pada Maret 2025.

Ini menjadi bagian dari diversifikasi pendanaan sekaligus mencerminkan kepercayaan investor pada kinerja Bank Mandiri.

Bank Mandiri juga konsisten menjalankan prinsip keuangan berkelanjutan. Di kuartal I 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan tumbuh 11,1% YoY menjadi Rp294 triliun, terdiri dari portofolio hijau sebesar Rp148 triliun (naik 13,4%) dan portofolio sosial sebesar Rp146 triliun (naik 9%).

Baca Juga: Bedeng Hills, Tempat Estetik Buat Sore-Sorean di Garut, Makin Syahdu Saat Senja Menjelang

Selain pembiayaan, sinergi dengan mitra juga diperkuat untuk mengembangkan produk berbasis ESG. Fokus juga diberikan pada penerapan GCG, efisiensi energi, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Bank Mandiri meyakini langkah-langkah ini mampu menjadikan perusahaan sebagai pelopor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kami berkomitmen mendorong akselerasi transisi ekonomi Indonesia menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan, sejalan dengan target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060” ujar Darmawan. ***

Halaman:

Tags

Terkini