rilis-bumn

Awal Tahun 2025, Pendapatan Konsolidasi Telkom Capai Rp36,6 Triliun

Minggu, 4 Mei 2025 | 08:00 WIB
Telkom terus mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Telkomsel terus memperluas cakupan jaringannya dan memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Baca Juga: 5 Cara Menghasilkan Foto yang Bagus di Saat Traveling Sendirian

Hingga Maret 2025,  jumlah Base Transceiver Station (BTS) yang dimiliki mencapai 278.100 unit, termasuk 227.454 BTS 4G dan 1.910 BTS 5G.

Infrastruktur ini disiapkan untuk memastikan kapasitas yang andal guna menjawab kebutuhan digital yang terus meningkat di masa mendatang.

Dibuktikan dengan pertumbuhan lalu lintas data (data payload) yang juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 19,8% YoY menjadi 5.778.048 TB.

Baca Juga: Daftar PELNI Internship: Posisi Keuangan dan SDMU Terbuka bagi Mahasiswa/i Semester Akhir

Selanjutnya segmen Enterprise, menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp5,0 triliun atau tumbuh 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh layanan Indibiz, satelit, serta bisnis pembayaran digital. Kontributor terbesar dalam segmen ini adalah layanan konektivitas (Enterprise Connectivity) dan solusi Digital IT Services.

Kemudian untuk segmen Wholesale and International, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp4,8 triliun atau tumbuh 0,6% YoY yang didorong oleh bisnis infrastruktur digital dan peningkatan bisnis layanan suara internasional (International Wholesale Voice).

Baca Juga: DAMRI Sedang Cari Karyawan Magang Desain Interior, Daftar Sebelum 18 Mei 2025 Melalui Link Ini

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel sebagai anak usaha Telkom mencatat pendapatan positif sebesar Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4% YoY.

Berkat efektivitas pengelolaan biaya yang baik, Mitratel berhasil membukukan EBITDA sebesar Rp1,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp526 miliar, dengan margin EBITDA dan margin laba bersih yang stabil masing-masing di angka 83,0% dan 23,3%.

Bisnis penyewaan menara (Tower Leasing) tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar 82% terhadap total pendapatan Mitratel.

Baca Juga: Jogja Bukan Cuma Gudeg, Ini Pilihan Warung Bakmi Jawa yang Melegenda, Wajib Coba!

Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya penyewa (tenants) dengan total tenant mencapai 60.259.

Halaman:

Tags

Terkini