IHC RS Pertamina Tanjung Resmikan Gedung Rawat Inap dan Fasilitas IPAL Modern

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 29 April 2025 | 21:20 WIB
RS Pertamina Tanjung meresmikan Gedung Rawat Inap baru dan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pada Kamis (24/4/2025). (DOK. IHC)
RS Pertamina Tanjung meresmikan Gedung Rawat Inap baru dan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pada Kamis (24/4/2025). (DOK. IHC)

Kabar BUMN - Rumah Sakit (RS) Pertamina Tanjung meresmikan Gedung Rawat Inap baru dan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern sebagai bagian dari penguatan infrastruktur layanan kesehatan di Kalimantan Selatan pada Kamis (24/4/2025).

RS Pertamina Tanjung merupakan salah satu unit usaha di bawah naungan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Peresmian ini menjadi fase penting dalam upaya IHC sebagai Holding RS BUMN untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, berstandar tinggi, dan merata di seluruh penjuru negeri.

Baca Juga: Sinergi Elnusa, PMI, dan IHC: Donor 101 Labu Darah Serta Sediakan Layanan Kesehatan Gratis

Gedung baru ini menambah kapasitas rawat inap RS Pertamina Tanjung menjadi 105 tempat tidur, meningkat signifikan dari kapasitas awal sebanyak 53 tempat tidur.

Ruang perawatan terbaru ini meliputi Ruang Meranti, Ebony, dan Bangkirai, yang dikembangkan dalam format suite room kelas VVIP berdesain modern, lengkap dengan sistem pelayanan terintegrasi.

“Pembangunan ini merupakan bentuk konkret dari pemenuhan standar fasilitas layanan rumah sakit tipe C yang ada di IHC Group,” ujar Direktur Medis IHC dr. Lia Gardenia Partakusuma.

Baca Juga: Perluas Akses Layanan Kesehatan, IHC dan BPJAMSOSTEK Sepakati MoU Strategis

Pembangunannya juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan rawat inap yang representatif di Tabalong dan kawasan Banua Enam.

Selain gedung rawat inap, fasilitas IPAL berkapasitas 70 m³ yang diresmikan menggunakan teknologi anaerob-aerob yang telah tersertifikasi dan mendapatkan Sertifikat Layak Operasi (SLO) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Teknologi ini memungkinkan pengolahan limbah medis dengan efisiensi tinggi, di mana air hasil olahan aman dan dapat digunakan kembali untuk kebutuhan non-medis seperti penyiraman taman.

Baca Juga: Perawatan Kecantikan Berbasis Medis, Kini Hadir di IHC Rumah Sakit Pusat Pertamina!

“Pembangunan IPAL ini merupakan langkah IHC dalam mengintegrasikan prinsip sustainability ke dalam sistem layanan kesehatan,” ujar dr. Lia.

Seiring dengan bertambahnya kapasitas fisik, RS Pertamina Tanjung juga melakukan penambahan tenaga medis, perawat, dan tenaga penunjang lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini