Kabar BUMN - PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mempercepat penyelesaian Bendungan Mbay, menyusul kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke lokasi proyek yang berlokasi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditargetkan rampung pada 2026.
Wapres Gibran dalam kunjungannya menegaskan pentingnya percepatan pembangunan agar manfaat bendungan segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung pertanian produktif, ketersediaan air bersih, dan mitigasi banjir.
Ia juga berharap bendungan ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia, termasuk pengembangan potensi pariwisata lokal.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Dhetik Ariyanto, yang mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai dengan jadwal dan standar kualitas yang telah ditentukan.
“Bendungan Mbay nantinya mampu menyuplai air irigasi ke lahan seluas 6.240 hektar (ha).
Baca Juga: Utang Waskita Karya Turun Rp14,7 Triliun, Pemulihan Nyata di 2024
"Maka diharapkan produksi pertanian di wilayah Kabupaten Nagekeo, khususnya di Desa Rendubutowe bisa meningkat,” ungkap Dhetik dalam keterangan resmi, Kamis (8/5/2025).
Tak hanya itu, dari sisi ketahanan energi dan air, bendungan yang memiliki luas genangan 587,61 ha ini juga membuka peluang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan potensi mencapai 117,5 Megawatt, serta penyediaan air baku sebesar 205 liter per detik.
“Bendungan Mbay berkapasitas tampung normal sebanyak 52,89 juta meter kubik (m³).
Baca Juga: Waskita Karya Resmi Bangun Gedung Baru DPRD DIY, Sri Sultan: Rumah Demokrasi Masa Depan
"Dalam pembangunannya, Waskita memperhatikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
"Proyek ini pun didesain bisa mereduksi banjir di wilayah hilir seluas 3.200 ha,” tambah Dhetik.