Lebih jauh, Dhetik menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Mbay diharapkan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar, tidak hanya dalam bentuk manfaat langsung dari infrastruktur air, tetapi juga potensi peningkatan kesejahteraan dan pengembangan destinasi wisata baru di Pulau Flores.
Baca Juga: Waskita Karya Bangun Sarana Pendidikan dari SD hingga Universitas di Berbagai Daerah
“Sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun infrastruktur, kami bangga dapat terus mendukung program pemerintah.
"Ke depannya Waskita akan selalu membangun berbagai infrastruktur guna mendorong pembangunan serta pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia,” ujar Dhetik.
Sebagai informasi, Bendungan Mbay termasuk dalam 77 Proyek Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Baca Juga: Waskita Karya Percepat Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, Dukung Mobilitas dan Target Nol Emisi
Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar Rp1,47 triliun dan saat ini telah mencapai progres pembangunan sebesar 75,28 persen.
Pembangunan Bendungan Mbay dilaksanakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita Karya–Bumi Indah pada paket pertama.
Selain Mbay, Waskita Karya juga tengah menggarap lima bendungan lain yang termasuk dalam daftar PSN, yaitu Jragung, Bener, Tiga Dihaji, Karangnongko, dan Cibeet.***