“Pasar Medang di Waisak tahun ini mengajak pengunjung untuk menemukan jejak kearifan lama, hangatnya sapa, aroma rempah, dan cahaya dari hati yang saling menyinari,” ujar penyelenggara.
Waisak juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, melibatkan lebih dari 1.900 pelaku UMKM dan 1.000 tenaga kerja.
Hunian hotel dan homestay di sekitar Borobudur bahkan sudah penuh dua hari menjelang puncak Waisak.
Baca Juga: Rayakan Waisak, InJourney Siap Kawal Kehadiran Puluhan Ribu Umat Buddha di Candi Borobudur
“Secara keseluruhan, diharapkan kehadiran Candi Borobudur dapat memberikan multiplier effect pada perekonomian daerah dengan melibatkan UMKM setempat untuk mencapai pertumbuhan tahunan lebih dari 4,7%,” kata Febrina.
“Waisak di Borobudur bukan hanya perwujudan nilai-nilai Buddhis dalam praktik kehidupan nyata tetapi menciptakan ruang pertemuan antara spiritual dan aksi sosial, antara sakralitas dan kemanusiaan yang berdampak nyata,” pungkasnya.***