Jika sebelumnya Arif menghabiskan Rp75 ribu per hari hanya untuk menyalakan genset selama empat jam, kini cukup merogoh kocek Rp5 ribu per hari untuk listrik bersih yang bisa dinikmati seharian.
Baca Juga: PLN Gandeng Kemendiktisaintek, Dorong Riset Ketenagalistrikan Menuju Indonesia Emas 2045
Peralatan seperti pompa air, kulkas, hingga lampu belajar anak kini bisa digunakan tanpa rasa khawatir.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, turut memberikan apresiasi atas upaya PLN tersebut.
“Kehadiran General Manager PLN di sini menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan listrik.
Baca Juga: Women’s Inspiration Awards 2025, Dua Srikandi PLN Raih Penghargaan Tertinggi dari Menteri PPPA
"Terima kasih PLN telah memperjuangkan SuperSUN untuk masyarakat kami.
"Ini bukan hanya tentang lampu menyala, tapi tentang semangat hidup yang kembali tumbuh," ucapnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran, menilai pembangunan infrastruktur kelistrikan ini sebagai penguat fondasi sosial masyarakat.
Baca Juga: PLN Bergerak Cepat! Sukses Pulihkan Listrik Bali hingga Tuai Apresiasi
"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat memperkuat aktivitas pendidikan, ekonomi, dan membangkitkan semangat nasionalisme di Tanakeke.
"Ini adalah bentuk nyata bahwa Tanakeke tidak sendiri. Negara ada, negara hadir dan selalu bersama rakyatnya," tegas Fadil.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa SuperSUN adalah bagian dari misi besar PLN dalam mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan mengandalkan sumber energi bersih.
Baca Juga: Sistem Kelistrikan di Bali Berhasil Pulih, Dirut PLN: Personel Kami di Lapangan Tetap Bersiaga
“Listrik bukan sekadar cahaya. Ia adalah jembatan menuju masa depan,” ungkap Darmawan.