Emma juga menyampaikan komitmen PERTIWI ke depan untuk terus menjadi penggerak utama dalam pembangunan kapasitas perempuan, tidak hanya terbatas di internal Pertamina, tetapi juga berkontribusi pada lingkup nasional.
“Komunitas gender bukan hanya soal kesetaraan, tapi menjadi langkah dari strategi keberlanjutan jangka panjang lingkungan melalui pendekatan Diversity, Equity, and Inclusion (DEI),” tandas Emma.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso, menyebutkan bahwa Pertamina terus membuka ruang bagi pekerja perempuan untuk berkembang menjadi pemimpin di berbagai bidang bisnis.
“Representasi pemimpin perempuan di Pertamina Grup relatif tinggi dan akan terus didorong sejalan dengan arahan Kementerian BUMN untuk mendorong kepemimpinan perempuan di BUMN,” ujar Fadjar.
Baca Juga: 4 Tempat Makan Bakso di Wonogiri, Pusatnya Penjual Bakso yang Katanya Paling Enak di Indonesia
Hingga akhir tahun 2024, tercatat 18,4% posisi pemimpin diisi oleh perempuan dan total pekerja perempuan di Pertamina Group mencapai 20,3%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 19,4%.
Fadjar menambahkan bahwa Pertamina akan terus melanjutkan program Pertamina UMK Academy yang memberikan banyak manfaat bagi peserta.
“Kami yakin UMKM Indonesia bisa Go International dan ikut menumbuhkan ekonomi di daerahnya masing-masing,” kata Fadjar Djoko Santoso.
Baca Juga: Candi Borobudur Jadi Pusat Perayaan Waisak 2025, Jadi Momentum Perkuat Ekonomi dan Pariwisata
Sebagai perusahaan yang berada di garis depan dalam transisi energi, Pertamina terus menunjukkan komitmennya dalam mencapai target net zero emission pada 2060.
Berbagai program yang diinisiasi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan implementasi prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh aktivitas dan bisnis perusahaan. ***