rilis-bumn

Pertamina Kembangkan Energi Transisi, 408 Petani Uma Palak Rasakan Dampaknya

Minggu, 11 Mei 2025 | 17:00 WIB
Desa Uma Palak merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) yang digagas Pertamina bersama masyarakat.

Kabar BUMN – Kekeringan mengancam pasokan pangan nasional.

Sepanjang musim kemarau 2023, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal.

Dampaknya, sekitar 27 ribu hektar tanaman padi terdampak, dan lebih dari 2.200 hektar mengalami gagal panen.

Baca Juga: DAMRI Siapkan Voucher Rp500 Ribu Buat Kamu yang Pesan Tiket di Tanggal 12 Mei, Syarat dan Ketentuan Berlaku

"Subak di desa kami, terancam kekurangan air saat kemarau," ucap I Made Darayasa, petani di Desa Uma Palak Lestari di Munduk Uma Palak, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali.

"Dampaknya produksi padi menurun, bahkan bisa gagal panen," lanjutnya.

Subak adalah sistem irigasi persawahan tradisional di Bali, yang dikelola oleh masyarakat lokal secara adat.

Baca Juga: Gasak Hadiah Undi-Undi Hepi Telkomsel! Ini Cara Tukar Poin di MyTelkomsel sebelum 15 Mei

Tak berpangku tangan, warga desa berikhtiar mencari jalan keluar.

"Kami menggandeng Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai Pertamina Patra Niaga, untuk mempelajari dan menerapkan teknologi mengatasi tantangan produksi tani.

"Melalui inovasi sistem pengairan Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak atau SIUMA dari tim Pertamina, kami berhasil memperbaiki irigasi di lahan padi," jelas I Made Darayasa.

Baca Juga: 5 Agenda Seru saat Waisak di Borobudur, Festival Lampion Jadi yang Paling Dinanti

SIUMA menggunakan sensor kelembaban tanah berbasis IoT yang terkoneksi langsung ke grup WhatsApp petani, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan irigasi secara real time.

Ditambah bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 21 kWp dan mikrohidro, pengoperasian sistem pengairan jadi hemat biaya.

Halaman:

Tags

Terkini