Ketua Paguyuban Kampung Homestay Borobudur, Muslih sebagaimana dilansir dari dari Pandangan Jogja, menyebut total 152 kamar homestay di kampungnya sudah terisi penuh sebulan sebelum Waisak.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional, Bio Farma Gelar Vaksinasi Influenza Gratis di Bandung
Pemesanan kamar sudah dimulai sejak Februari dan mencapai puncak pada April.
Sekitar 200 calon tamu yang tidak berhasil mendapatkan kamar diarahkan ke homestay lain di wilayah Kecamatan Borobudur yang memiliki sekitar 400 unit dan 800-1.000 kamar.
Libur panjang Waisak 2025 juga mendorong jumlah penumpang udara.
Baca Juga: Perum DAMRI Buka Lowongan Magang Posisi Desain Interior, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mencatat kenaikan jumlah penumpang di Yogyakarta International Airport (YIA).
Dari sisi pergerakan pesawat, selama libur panjang Waisak tercatat ada kenaikan 14,71% menjadi 421 penerbangan, dari pekan sebelumnya 367 penerbangan.
Sementara akumulasi penumpang selama libur panjang Waisak mengalami kenaikan hingga 32,35% menjadi 59.787 penumpang, dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 45.175 penumpang.
Kenaikan okupansi dan juga meningkatnya penerbangan selama libur panjang Waisak ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar.
Multiplier effect dari penyelenggaraan Waisak semakin besar karena InJourney melibatkan UMKM dan juga tenaga kerja lokal untuk menyukseskan penyelenggaraan perayaan Waisak 2025.
“Kami turut melibatkan lebih dari 2000 UMKM dan hampir 2000 tenaga kerja lokal untuk mendukung penyelenggaraan rangkaian acara Waisak 2025. Kami berharap kesuksesan acara ini akan memberikan dampak ekonomi yang luas pada perekonomian daerah.
"Ini sesuai dengan komitmen InJourney untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkesinambungan, yang memberikan dampak positif pada sosial dan ekonomi,” kata Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan.