rilis-bumn

Ekonomi RI 2025 Tahan Banting, Bank Mandiri Optimistis Akselerasi Masih Terbuka

Senin, 19 Mei 2025 | 14:30 WIB
Ekonom Bank Mandiri menyebut akselerasi ekonomi 2025 butuh penguatan sinergi fiskal dan moneter untuk hadapi risiko global. (Dok. Bank Mandiri)

“Fluktuasi ini perlu direspons dengan kebijakan stabilisasi yang terukur dan terkoordinasi.

Baca Juga: Akselerasi ESG Bank Mandiri: Portofolio Berkelanjutan Naik, Inklusi Keuangan Meluas

"Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,93% sepanjang 2025,” ujarnya dalam Mandiri Economic Outlook Q2 2025 bertema Building Resilience in the Midst of Global Turbulence, di Jakarta, Senin (19/5).

Andry juga menyebutkan bahwa peluang akselerasi pertumbuhan ekonomi tetap terbuka melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif dalam menjaga daya beli serta mendorong investasi.

Ia menyoroti sektor pertanian yang menunjukkan performa baik berkat program intensifikasi seperti pompanisasi dan distribusi pupuk, serta langkah ekstensifikasi melalui pembukaan lahan baru yang direncanakan dengan baik.

Baca Juga: Dibuka Kesempatan Magang di Bank Mandiri untuk Mahasiswa atau Lulusan S1 DKV, Pendaftaran Dibuka Sampai 9 Mei 2025

“Sektor-sektor terkait mobilitas, seperti transportasi, perhotelan, informasi dan komunikasi, serta hiburan, terus menopang pertumbuhan.

"Pergeseran gaya hidup menuju konsumsi berbasis pengalaman mendorong perputaran ekonomi di sektor jasa,” ungkapnya.

Andry menambahkan bahwa harga komoditas yang masih berada di tingkat tinggi tetap menjadi kontributor positif terhadap kinerja ekspor dan pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Bank Mandiri Pertahankan Predikat Forbes World’s Best Bank Selama Lima Tahun Berturut-turut

“Meski terjadi koreksi harga, margin masih berada dalam level wajar dan mendukung stabilitas sektor eksternal,” imbuhnya.

Dari sisi kebijakan, Tim Ekonom Bank Mandiri memproyeksikan Bank Indonesia akan tetap menjalankan kebijakan moneter yang akomodatif sepanjang 2025, dengan ruang pelonggaran terbuka selama stabilitas harga dan kurs rupiah tetap terjaga.

Sementara itu, percepatan realisasi belanja pemerintah diprediksi menjadi penyangga utama menghadapi ketidakpastian global.

Baca Juga: Berbekal UMK Academy Pertamina, Apikmen Kini Jadi Merek Batik Kelas Dunia

Riset Mandiri Spending Index (MSI) per 11 Mei 2025 menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat terus pulih pasca-Lebaran, tercermin dari skor indeks yang mencapai 257,9 poin.

Halaman:

Tags

Terkini