Kabar BUMN - Peringatan Hari Teh Internasional yang jatuh setiap 21 Mei menjadi momen penting untuk merefleksikan kontribusi teh dalam budaya dan perekonomian dunia.
Di tengah peringatan tersebut, PalmCo, entitas dari PTPN IV, tampil sebagai salah satu pelaku utama yang berhasil membangkitkan kembali kejayaan teh nasional Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah, khususnya karena komoditas teh dan karet sebelumnya dikenal sebagai lini non-inti yang sudah lama merugi.
Baca Juga: Pilih Kambing Lokal untuk Idul Adha? Berikut 4 Jenis Terbaik untuk Dijadikan Sebagai Hewan Kurban
Untuk pertama kalinya sejak 1996, PalmCo mampu membukukan laba dari komoditas teh.
Capaian ini menjadi catatan emas, terutama mengingat perusahaan tersebut selama ini lebih dikenal sebagai pengelola sawit terbesar di dunia. Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama PTPN IV Jatmiko Santosa menjelaskan bahwa PalmCo berhasil memperoleh laba unaudit dari komoditas teh di Sumatera Utara.
Hal ini menjadi sinyal positif terhadap pengelolaan dan strategi bisnis perusahaan yang kini lebih adaptif.
Baca Juga: Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-117, PT Pindad Kobarkan Jiwa Merah Putih
Tak hanya teh, PalmCo juga sukses menjalankan strategi turn around pada komoditas karet. “Alhamdulillah, komoditas non core PalmCo seperti karet dan teh sudah mampu mencatatkan laba,” ungkap Jatmiko di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa setelah lebih dari sepuluh tahun mengalami kerugian, karet berhasil mencetak laba bersih unaudit tahun 2024 sebesar Rp14 miliar, tidak termasuk penyesuaian impairment.
Pencapaian tersebut turut berkontribusi dalam menekan kerugian hingga Rp310 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Jatmiko juga menyoroti capaian laba dari teh di Sumatera Utara, yang berhasil diperoleh untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. “Teh sudah mampu mencatatkan laba untuk pertama kalinya sejak tahun 1996,” tegasnya.
Hal ini menjadi bukti bahwa strategi perusahaan dalam mengelola komoditas non-inti mulai membuahkan hasil yang signifikan.