rilis-bumn

Kolaborasi Telkom dan UGM Hadirkan Inovasi Deteksi Gempa untuk Penguatan Sistem Mitigasi Bencana Nasional

Jumat, 23 Mei 2025 | 17:30 WIB
Telkom dan UGM kembangkan teknologi DAS berbasis kabel laut untuk deteksi gempa real-time, perkuat mitigasi bencana dan perlindungan aset nasional. (Dok. Telkom)

Wakil Rektor UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi teknologi yang memberikan manfaat langsung.

Baca Juga: Pertamina Lubricants Diganjar Apresiasi Menteri LH atas Inisiatif Pengelolaan Sampah di Jakarta Utara

Ia menekankan bahwa teknologi DAS tidak hanya berguna untuk mitigasi bencana, tetapi juga mencerminkan upaya kolektif membangun sistem kebencanaan yang berbasis data dan inklusif, serta dapat diterapkan secara luas, terutama di daerah rawan bencana seperti kawasan pesisir.

Menurut Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., anggota tim peneliti UGM, teknologi DAS bekerja dengan cara memanfaatkan kabel optik sebagai sensor untuk mendeteksi gelombang seismik awal atau P-wave yang datang lebih dulu dibandingkan S-wave yang bersifat merusak.

“Dengan sistem ini, deteksi aktivitas gempa dapat dilakukan secara real-time dan terintegrasi dengan sistem geospasial, memberikan peringatan dini beberapa detik hingga menit sebelum guncangan utama terjadi, sehingga memungkinkan respons kebencanaan yang lebih cepat dan terkoordinasi,” jelasnya.

Baca Juga: 5 Rempah Paling Ampuh Melawan Bau Prengus Daging Kambing, Wajib Dicoba untuk Idul Adha Nanti

Hal ini memberikan waktu yang sangat berharga bagi warga di daerah pesisir untuk melakukan evakuasi dini.

Selain perannya dalam deteksi gempa, teknologi ini juga meningkatkan pengamanan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).

DAS memungkinkan Telkom melakukan pengawasan terhadap kabel laut yang rentan terhadap gangguan, baik dari aktivitas geologi maupun kegiatan manusia seperti pelayaran dan penangkapan ikan.

Baca Juga: DAMRI Hadirkan Promo PAYDAY, Diskon Tiket 20% Khusus Pembelian di DAMRI Apps pada 25 Mei 2025

Gangguan kabel laut selama ini bisa terjadi hingga 15–17 kali per tahun dan berdampak besar terhadap layanan digital nasional.

Pemanfaatan kabel optik eksisting sebagai sensor akan meningkatkan efisiensi operasional dan melindungi aset vital jaringan bawah laut secara lebih optimal.

Saat ini, teknologi DAS akan diuji coba di jalur kabel laut antar pulau yang berada di kawasan aktif secara seismik, seperti pesisir barat dan selatan Indonesia.

Baca Juga: 6 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Wajib Ditanam di Rumah, Bisa Jadi Insektisida Alami

Uji coba ini akan menjadi dasar integrasi dengan sistem peringatan dini nasional dan juga memperkuat kesiapan data untuk kebijakan publik dan riset.

Halaman:

Tags

Terkini