"Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan kapasitas nasional dalam teknologi dan layanan EV,” jelas Edi.
Edi juga menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai aspek pengembangan SPKLU.
Mulai dari penyediaan lahan, instalasi stasiun pengisian daya, studi pengembangan, hingga peningkatan layanan konsumen pengguna kendaraan listrik akan menjadi bagian dari sinergi bersama.
Enam mitra strategis yang bergabung dalam kolaborasi ini meliputi PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Wirani Sons, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta International Council on Clean Transportation (ICCT).
Baca Juga: Kuliner Khas Semarang yang Mendapat Pengaruh Kuat dari Tiongkok
Lewat kolaborasi strategis ini, pembangunan SPKLU diharapkan dapat berkembang dengan cepat dan tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan begitu, masyarakat akan semakin mudah dalam menggunakan kendaraan listrik sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.
“Kerja sama ini kami harapkan menjadi batu loncatan penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang kokoh di Indonesia. Dukungan seluruh pihak akan mempercepat adopsi EV dan mendukung pencapaian target Net Zero Emissions pada 2060,” tutup Edi. ***