rilis-bumn

PLN Siap Wujudkan Green Super Grid Sepanjang 47.758 KMS untuk Dukung Energi Hijau

Selasa, 3 Juni 2025 | 18:45 WIB
Petugas PLN melakukan pengecekan pada tower transmisi di Desa Tengatiba, Kec. Aesesa Selatan, Kab. Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. (Dok. PLN)

Kabar BUMN — PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya dalam mengimplementasikan Green Super Grid, sebuah jaringan transmisi energi hijau berskala besar, sebagaimana diarahkan oleh Pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Infrastruktur penting ini akan menjadi jalur utama untuk mendistribusikan listrik dari sumber energi baru terbarukan (EBT) yang banyak tersebar di daerah-daerah terpencil ke kawasan-kawasan padat kebutuhan energi seperti kota besar, sentra industri, dan wilayah berpenduduk tinggi di seluruh Nusantara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa selama sepuluh tahun ke depan, Indonesia menargetkan pembangunan transmisi listrik sepanjang 47.758 kilometer sirkuit (kms).

Baca Juga: Hutama Karya Catat 459 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Lahir Pancasila

Jaringan ini akan menghubungkan pembangkit EBT dengan gardu induk PLN sebelum akhirnya menyalurkan energi tersebut ke jaringan distribusi hingga ke pelanggan akhir atau end user.

"Indonesia memiliki potensi EBT besar, tersebar, dan beragam untuk mendukung ketahanan energi nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto."

"Tantangannya, potensi EBT ini lokasinya berada jauh dari pusat kebutuhan listrik. Sehingga, kita perlu membangun jaringan transmisi dan gardu induk agar bisa memaksimalkan potensi EBT untuk pembangkit listrik," ungkap Bahlil.

Baca Juga: Mengenal Dua Jalur Haji Non-Kuota: Perbedaan Visa Mujamalah dan Furoda

Dari total jaringan transmisi yang akan dibangun, wilayah Jawa, Madura, dan Bali menjadi prioritas utama dengan panjang mencapai 13,9 ribu kms.

Kemudian akan disusul oleh pembangunan jaringan di Sumatra sepanjang 11,2 ribu kms, Kalimantan 9,8 ribu kms, dan Sulawesi 9 ribu kms.

Bahlil juga menambahkan bahwa penguatan sistem kelistrikan di Indonesia bagian timur akan dilakukan melalui pembangunan transmisi sepanjang 3,9 ribu kms di wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

Baca Juga: Magang Seru di BUMN! Kesempatan Emas di PT Biro Klasifikasi Indonesia untuk Mahasiswa K3

Rencana tersebut juga mencakup pembangunan empat jaringan transmisi interkoneksi antarpulau, yakni Interkoneksi Jawa-Bali, Sumatra-Batam-Bintan, Sumatra-Jawa, dan Kalimantan-Tarakan.

"Semua desain ini, kalau jaringannya sudah mampu kita lakukan, tidak ada lagi masalah terhadap pembangkit yang kita akan bangun untuk energi baru terbarukan itu,” tambah Bahlil.

Halaman:

Tags

Terkini