rilis-bumn

Jalur Pipa Bawah Laut Diperbarui, PHE ONWJ Rampungkan Proyek Strategis

Rabu, 4 Juni 2025 | 09:00 WIB
Proses instalasi pipa riser oleh tim PHE ONWJ, dilakukan dengan standar keselamatan tinggi dan nihil lost time injury/LTI.

Kabar BUMN — Sebuah proyek besar di kedalamapan laut yang tenang dan menjadi sorotan publik baru saja selesai digarap.

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, kembali catatkan capaian strategis.

Kali ini, perusahaan berhasil menyelesaikan proyek pembangunan dan peremajaan jalur pipa migas bawah laut, di perairan utara Laut Jawa.

Baca Juga: Yuk, Magang Jadi Front End Developer di PT MUM, Daftar Sebelum 16 Juni!

Proyek yang dinamai Pipeline Replace and Renew Project (PRRP) ini mencakup pengerjaan tiga jalur pipa bawah laut yang terletak dua area berbeda.

Di kawasan UNIFOM Area, dua jalur pipa menghubungkan platform UYA dan UA, serta anjungan UA dan UWJ.

Sementara jalur pipa platform ESA dan EPRO berada di ECHO Area. Total panjang ketiga jalur pipa mencapai 22,06 kilometer.

Baca Juga: Loker Terbaru dari PT Garuda Daya Pratama Sejahtera, Ada Posisi CS Assistant, Cek Kualifikasinya!

Seluruh pekerjaan dilakukan secara simultaneous dan telah rampung pada kuartal pertama 2025.

Kedalaman lokasi pemasangan pipa menjadi tantangan tersendiri.

Jalur UYA–UA dibangun pada kedalaman antara 26 hingga 27 meter di bawah permukaan laut.

Baca Juga: Pertamina International Shipping Jadi Penggerak Dekarbonisasi Maritim, Ungkap Peta Jalan Nol Emisi 2050

Sementara jalur UA–UWJ berada pada kedalaman 25 hingga 28 meter. Jalur pipa ESA–EPRO berada di kedalaman 36,3 hingga 45,7 meter.

“Ketiga jalur pipa ini kini dalam status telah beroperasi (on stream) dan mengalirkan minyak secara optimal, menjaga kelancaran produksi migas hingga 2.691 barel minyak per hari (BOPD),” ungkap General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.

Halaman:

Tags

Terkini