Kabar BUMN - Di bawah terik matahari, tiga ibu berjalan cepat menuju bibir pantai setelah menyiapkan bekal untuk suami mereka yang tengah melaut.
Tak jauh dari sana, tumpukan sampah menggunung di atas keranjang, berlatar belakang lautan biru keperakan.
Dengan jemari cekatan, para ibu itu memilah sampah plastik dan non-plastik, memanfaatkan waktu untuk mengubah limbah menjadi peluang ekonomi.
Baca Juga: Sepanjang 2024, PHE ONWJ Sukses Bukukan 59 Juta Jam Kerja Selamat
Mereka bekerja di bawah naungan Bank Sampah, tempat khusus untuk memilah berbagai jenis sampah plastik.
Sampah botol air mineral ukuran 600 ml dan 1,5 liter menjadi komoditas paling berharga, dihargai hingga Rp6.000 per kilogram saat dijual ke pengepul.
Sampah plastik berukuran lebih kecil, seperti kemasan 220 ml, dihargai antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram.
Baca Juga: Sukses Terapkan HSSE, PHE ONWJ Raih Penghargaan Patra Adikriya Bhumi Utama
Sementara itu, tutup botol dijual Rp2.500 per kilogram, dan ember plastik seharga Rp1.800 per kilogram.
Sejak satu setengah tahun terakhir, para istri nelayan ini aktif memilah sampah sebagai alternatif penghasilan tambahan.
Ini menjadi upaya untuk bertahan di tengah ketidakpastian hasil tangkapan laut akibat perubahan cuaca.
Baca Juga: Olah Limbah Jadi Berkah, Binaan PHE ONWJ Sukses Raih Omzet Rp1 Miliar
Bank Sampah di Desa Tanjungpakis, Karawang ini merupakan hasil kolaborasi Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina bersama Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP).
Air mineral kemasan, terutama ukuran 1,5 liter, adalah jenis sampah yang paling banyak ditemukan di pantai Tanjungpakis.
Artikel Terkait
EVE Ejector, Inovasi PHE ONWJ untuk Kurangi Emisi dan Tingkatkan Kinerja Operasi
Pohon untuk Anak Cucu, PHE ONWJ dan Warga Desa Cemara Kulon Bersatu Hijaukan Bumi
Olah Limbah Jadi Berkah, Binaan PHE ONWJ Sukses Raih Omzet Rp1 Miliar
Sukses Terapkan HSSE, PHE ONWJ Raih Penghargaan Patra Adikriya Bhumi Utama
Sepanjang 2024, PHE ONWJ Sukses Bukukan 59 Juta Jam Kerja Selamat