Ia menegaskan komitmen PLN untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyiapkan talenta-talenta terbaik di bidang energi.
“SDM unggul adalah man behind the gun dalam menyukseskan transisi energi.
"PLN siap berkolaborasi mencetak talenta-talenta terbaik untuk menjawab tantangan masa depan,” tutur Darmawan.
Melalui Institut Teknologi PLN (IT PLN), perseroan secara aktif menyalurkan program beasiswa sejak jenjang SMA/SMK hingga perguruan tinggi, khususnya untuk bidang energi bersih.
Baca Juga: PLN Tingkatkan Pengelolaan Risiko, ESG Risk Rating Berhasil Turun ke Level Medium
Di samping itu, PLN juga fokus meningkatkan kapasitas SDM internal melalui berbagai pelatihan teknis, capacity building, dan program studi lanjut di dalam dan luar negeri.
PLN bahkan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga internasional seperti UNOPS, Bank Dunia, ADB, JICA, hingga Kedutaan Besar Selandia Baru.
Sejak tahun 2021, sebanyak 1.902 pegawai PLN telah mengikuti program beasiswa S2 dan S3 dalam serta luar negeri yang berfokus pada transisi energi dan pengembangan energi bersih.
Baca Juga: PLN Siap Jalankan RUPTL Terhijau Sepanjang Sejarah, Bauran EBT Capai 76% Hingga 2034
Tak hanya itu, Darmawan juga menyampaikan bahwa melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, diperkirakan akan tercipta 1,7 juta lapangan kerja baru di sektor ketenagalistrikan.
“Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal manusia yang menggerakkannya.
"Masa depan energi Indonesia bergantung pada kualitas SDM yang kita siapkan hari ini,” pungkas Darmawan.***