rilis-bumn

Ketenagalistrikan Jadi Penggerak Utama Penciptaan Lapangan Kerja, PLN Siapkan SDM Unggul Dukung Transisi Energi

Kamis, 5 Juni 2025 | 19:00 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Dok. PLN)

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan komitmen PLN dalam memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun SDM unggul yang menjadi kunci utama dalam keberhasilan transisi energi di Indonesia.

Baca Juga: Ini Boga Bahari yang Terancam Langka, Bijaklah Mengonsumsinya, Kalau Bisa Jangan Memakannya

“SDM unggul adalah man behind the gun dalam menyukseskan transisi energi. PLN siap berkolaborasi mencetak talenta-talenta terbaik untuk menjawab tantangan masa depan,” ujar Darmawan.

PLN telah mengambil langkah konkret dengan menyalurkan beasiswa melalui Institut Teknologi PLN (IT PLN), mulai dari tingkat SMA/SMK hingga perguruan tinggi, terutama di bidang energi bersih.

Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung sektor energi masa depan.

Baca Juga: Elnusa Tanam 1.000 Pohon sebagai Komitmen Pelestarian Lingkungan Hidup

PLN juga secara aktif meningkatkan kapasitas internal SDM melalui pelatihan teknis, program capacity building, serta studi lanjut di dalam dan luar negeri.

Kolaborasi dilakukan bersama lembaga global seperti UNOPS, Bank Dunia, ADB, JICA, dan Kedutaan Besar Selandia Baru untuk memperkuat kemampuan tenaga kerja.

Sejak 2021, tercatat sebanyak 1.902 pegawai PLN telah menempuh studi S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri, dengan fokus pada transisi energi dan pengembangan energi bersih sebagai bagian dari transformasi perusahaan.

Baca Juga: SIG Maksimalkan Sampah dan Limbah sebagai Energi Alternatif Demi Lingkungan Berkelanjutan

Darmawan juga mengungkapkan bahwa Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 diprediksi akan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan kerja baru di sektor ketenagalistrikan, yang akan memperkuat struktur ketenagakerjaan nasional.

“Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal manusia yang menggerakkannya. Masa depan energi Indonesia bergantung pada kualitas SDM yang kita siapkan hari ini,” pungkas Darmawan. ***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini