Kabar BUMN - Semilir angin pagi yang hangat di Karawang menjadi saksi bisu tumbuhnya harapan dan semangat di sebuah sudut penuh makna.
Di kantor Yayasan Kreasi Tuli Indonesia, sebanyak 20 penyandang disabilitas—terdiri dari 16 tuna rungu dan 4 tuna daksa—berkumpul bukan sekadar untuk belajar memasak, tapi untuk meracik mimpi tentang kemandirian dan produktivitas yang selama ini hanya tersimpan dalam hati.
Pertamina EP Subang Field Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina hadir menjadi jembatan dari mimpi itu.
Pada awal Mei lalu, perusahaan migas ini menyelenggarakan pelatihan kuliner sebagai bentuk komitmen dalam memberdayakan kelompok rentan agar lebih mandiri secara ekonomi.
Di bawah arahan Inawati, pengurus Yayasan Kreasi Tuli Indonesia, para peserta mulai mencampur adonan, mencetak kue, dan menyambut wangi harum dari loyang yang baru keluar dari oven.
Namun bukan sembarang penganan yang mereka hasilkan.
Baca Juga: Mengungkap DOBBER, Terobosan Baru Pertamina EP untuk Optimalkan Produksi
Kreasi mereka adalah jajanan sehat berbahan dasar non gluten dengan cita rasa istimewa: egg rolls ubi ungu yang lembut, brownies moka yang pekat dan menggoda, bolu lapis ubi ungu penuh warna cinta, bolu ketan hitam yang legit, hingga bolu pandan hijau berbahan mocaf yang kenyal dan lumer di mulut.
Pelatihan ini bukanlah langkah pertama Pertamina EP dalam mendampingi penyandang disabilitas.
Sebelumnya, pada Desember 2024, pelatihan barista kopi juga telah digelar.
Baca Juga: Pertamina EP Papua Field Tanam 110 Ribu Pohon di Sorong, Wujud Kolaborasi Berkelanjutan
Melalui berbagai kegiatan ini, Pertamina EP Subang Field mempertegas perannya sebagai mitra masyarakat yang hidup berdampingan, sekaligus mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan dan berdampak langsung.
“Setiap individu punya potensi untuk tumbuh dan mandiri.