"Dulu sampah kami buang ke sungai atau dibakar.
"Sekarang, dengan adanya bank sampah dan dukungan dari Pertamina, masyarakat mulai memilah dan menyetorkan sampah secara rutin.
"Hasilnya ditukar dengan kebutuhan harian atau dicatat sebagai tabungan," ujar Ahmad.
Ia menambahkan bahwa keberadaan bank sampah telah meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mempraktikkan ekonomi sirkular di wilayah Kutawaru yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Baca Juga: Pertamina Resmi Edarkan Pertamax Green 95 di Jawa Tengah pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup
Sementara itu, Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP Management Pertamina, menegaskan bahwa komitmen Pertamina terhadap lingkungan terus berlanjut melalui berbagai program CSR berkelanjutan.
"Momentum Hari Lingkungan Hidup ini kami manfaatkan untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.
"Pengelolaan sampah dan pelestarian pesisir menjadi fokus utama kami dalam membangun masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Rudi.
Masih dalam semangat memperingati HLH Sedunia, Pertamina juga menggelar aksi penanaman simbolis 100 bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Si Manja.
Bekerja sama dengan masyarakat lokal dan kelompok sadar wisata, Pertamina menargetkan penanaman total 5.000 bibit mangrove sebagai bagian dari Program Desa Energi Berdikari.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kerusakan garis pantai yang semakin mundur akibat erosi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
Selain itu, keterbatasan alternatif mata pencaharian yang layak bagi masyarakat pesisir menjadi alasan utama digagasnya program pemberdayaan berbasis ekosistem mangrove.