Hingga kini, tak kurang 2 juta bibit sawit unggul berseritifikat yang berada di tujuh sentra pembibitan PTPN IV Regional III telah diserap para petani swadaya.
Baca Juga: Bank Mandiri Raih Skor ESG AA dari MSCI, Bukti Nyata Akselerasi Transformasi Hijau
"Sementara pada tahun ini, kita menyiapkan 800.000 bibit sawit unggul. Lebih dari 50 persen di antaranya telah diserap para petani," kata Gusmar.
Dari sisi kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) sebesar 20 persen, PTPN IV Regional III juga telah melampauinya dengan total kemitraan yang tercatat saat ini mencapai lebih dari 60 persen dari total HGU seluas 76.000 Ha.
Kemudian, PTPN IV Regional III juga sangat fokus dalam penguatan kelembagaan para petani mitra, termasuk saat ini ratusan petani yang tergabung dalam KUD Makarti Jaya tengah bersiap untuk segera mengantongi sertifikasi RSPO perdana.
Untuk itu, Kaderismanto menyambut baik beragam kebijakan, strategi, dan inisiatif yang diusung perusahaan.
Ia menilai, PTPN telah memainkan peranan utamanya sebagai agen pembangunan di Bumi Lancang Kuning, melalui peningkatan ekonomi para petani mitra.
"Perusahaan swasta harus mencontoh program-program yang diusung PTPN IV Regional III. Program yang dilaksanakan PTPN ini sangat baik, dan mewakili masyarakat Riau tentu kami mendukung dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya," kata dia.
"Terima kasih, semoga keberadaan PTPN di Riau dapat terus menjadi barometer perusahaan perkebunan sawit di sini, baik melalui program PSR, penyediaan bibit sawit unggul, serta komitmennya dalam memenuhi FPKM yang ternyata PTPN IV Regional III telah mencapai 60 persen. Kami mengimbai perusahaan sawit swasta lainnya dapat mencontoh PTPN," pungkas Kadersimanto.***