“Petugas kami kerap bekerja dalam kondisi yang berisiko tinggi. Vaksinasi ini bukan hanya bentuk kepedulian, tapi juga langkah mitigasi kesehatan yang nyata. Kami sangat mendukung inisiatif Bio Farma,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Bawa UMKM Anda Naik Kelas di PERURI Digital Entrepreneur Academy 2025
Para peserta pun menyambut program ini dengan antusias. Salah satu petugas dari UPTD wilayah Cibeunying, Juju Sulaiman, mengungkapkan, “Saya bersyukur mendapat vaksinasi ini. Ada rekan saya yang dulu terkena infeksi saat bertugas. Program seperti ini sangat penting bagi kami.”
Berdasarkan data dari WHO tahun 2020, Indonesia mencatat lebih dari 2.700 kematian akibat tetanus, dengan tingkat kematian 1,13 per 100.000 jiwa.
Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-22 dunia dalam kasus kematian akibat tetanus, menandakan bahwa langkah-langkah preventif seperti vaksinasi tetap sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Pertama Kali Paralayang? Haruman Jingga Garut Tempat Paling Aman Buat Ngegas
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta perlindungan bagi pekerja rentan di berbagai sektor.
Bio Farma kembali menegaskan peran aktifnya sebagai BUMN tidak hanya dalam penyediaan produk kesehatan, melainkan juga dalam menciptakan dampak sosial positif dan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program yang terukur dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. ***