FloDeg Terdaftar BPOM, Bio Farma Tawarkan Terobosan di Dunia Diagnostik Kanker

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 20 Mei 2025 | 11:00 WIB
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menyerahkan plakat Nomor Izin Edar (NIE) Produk Radiofarmaka kepada Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menyerahkan plakat Nomor Izin Edar (NIE) Produk Radiofarmaka kepada Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati.

Kabar BUMN - PT Bio Farma (Persero) kembali mencetak tonggak baru dalam industri farmasi nasional.

Hal itu terbukti dari dikantonginya Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM untuk produk radiofarmaka 18-F Fluorodeoxyglucose (FDG) yang dipasarkan dengan nama dagang FloDeg.

FloDeg menjadi produk FDG pertama di Indonesia yang resmi memperoleh izin edar, sekaligus memperkuat peran Bio Farma dalam mendukung kemandirian kesehatan, khususnya dalam diagnostik kanker berbasis PET-Scan (Positron Emission Tomography).

Baca Juga: Bisa Bermain Lebih Lama Bahkan Sampai Tengah Malam, Ini Taman di Jakarta yang Buka 24 Jam

NIE diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan POM, Taruna Ikrar kepada Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati dalam Kegiatan Asistensi Regulatori Terpadu Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Sumatera.

Adapun kegiatan yang diselenggarakan oleh BPOM dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) bertempat di Jakarta pada 19 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Kepala BPOM, Taruna Ikrar menyoroti tiga tantangan besar dalam sektor kesehatan Indonesia saat ini.

Baca Juga: Specta Culinar Ramaikan Taman Sari Sungailiat, PT Timah Beri Dukungan Penuh

“Di era ini, bangsa kita menghadapi berbagai tantangan di aspek kesehatan. Pertama, berkembangnya penyakit baru. Kedua, lebih dari 90% Bahan Baku Obat kita masih impor, artinya kita sangat tergantung pada negara lain," katanya.

Namun secara bertahap, lanjut Taruna, BPOM mengajak berbagai pihak untuk mengurangi ketergantungan tersebut sampai setidaknya mencapai angka 50%.

"Ketiga, SDM kita ditantang oleh perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, peran berbagai stakeholder kesehatan sangat penting dalam menyikapi tantangan ini," paparnya.

Baca Juga: Sinergi Lintas Negara: PLN Enjiniring dan EPPEI Perkuat Teknologi dan Kompetensi SDM

Taruna menambahkan saat door stop bahwa BPOM mendorong pengembangan produk yang berhubungan dengan produk inovatif, salah satunya radiofarmaka untuk menghadapi penyakit khususnya kanker.

“Radiofarmaka itu penting, kita tahu banyak penyakit yang bisa dipercepat penyembuhannya lewat penggunaan radio farma, salah satunya adalah penyakit kanker.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini