Formula khususnya menggabungkan beton aspal hotmix standar jalan tol Jabotabek, agregat pilihan, dan aspal bermutu tinggi yang dicampur dengan aditif hasil riset Pusjatan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Cold Patch JMTM-31 telah teruji di lebih dari sepuluh ruas tol, berbagai kawasan milik BUMN/swasta, serta instansi Kementerian PU di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Papua.
"Produk ini juga telah memperoleh sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian RI,” ucap Rivan.
Dalam forum yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga Pramitha Wulanjani tampil sebagai pembicara dalam sesi diskusi bertema “Connecting the Archipelago: Building Seamless Connectivity for Inclusive Growth”.
Ia berbagi panggung dengan Deputi Konektivitas Kemenko IPK Odo Manuhutu, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, Dirut Garuda Indonesia Wamildan Tsani, Director for Strategic PT Pelindo Prasetyo, dan Plt. Presdir Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo.
Baca Juga: Jasa Marga Raih Penghargaan Pelestarian Kebudayaan Lewat Program Pembinaan dan Pemberdayaan UMKM
Pramitha menegaskan bahwa sebagai pionir jalan tol di Indonesia, Jasa Marga terus berinovasi dalam pelayanan operasional untuk menciptakan nilai lebih bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat luas.
“Kami terus berupaya mempertahankan posisi sebagai market leader dalam industri jalan tol melalui inovasi produk dan layanan,” ujar Pramitha.
Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, M. Agus Setiawan, juga hadir dan menyatakan bahwa partisipasi Jasa Marga dalam pameran ini membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, baik investor maupun pengguna jasa, guna memperluas cakupan layanan JMTO, JMTM, dan JMRB.
Baca Juga: Laba Naik Tajam, Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,13 Triliun dalam RUPST 2025
“Melalui pertemuan langsung di ICI 2025, kami berharap terjalin kerja sama strategis yang saling menguntungkan,” kata Agus.
International Conference on Infrastructure 2025 menghadirkan lebih dari 100 peserta pameran dari kalangan pemerintahan, perusahaan konstruksi, akademisi, dan praktisi.
Beragam seminar, lokakarya, dan sesi networking digelar untuk membahas perkembangan teknologi, kebijakan, serta model pembiayaan infrastruktur berkelanjutan di masa depan.***