Kabar BUMN - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. kembali mengambil langkah strategis untuk memperkuat komitmen transformasi hijau dan berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.
Jasa Marga berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk Penanaman Pohon Pulai dan Uji Emisi Kendaraan yang digelar di Rest Area Travoy KM 88B, Ruas Tol Cipularang, Jawa Barat, pada Selasa (3/6).
Kegiatan ini menegaskan sinergi terintegrasi antara Jasa Marga dan stakeholder dalam mewujudkan jaringan jalan tol yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga ramah lingkungan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Baca Juga: Jalur Pipa Bawah Laut Diperbarui, PHE ONWJ Rampungkan Proyek Strategis
Hadir dalam acara tersebut Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Wilan Oktavian, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Kapolres Purwakarta AKBP Lilik Ardhiansyah, serta tamu undangan lainnya.
Dari manajemen Jasa Marga turut hadir Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga M. Agus Setiawan, Direktur Human Capital & Transformasi Jasa Marga Yoga Tri Anggoro, beserta jajaran manajemen Jasa Marga Group.
Baca Juga: Yuk, Magang Jadi Front End Developer di PT MUM, Daftar Sebelum 16 Juni!
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 harus menjadi katalis untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
Hanif menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan langkah konkret untuk mengembalikan fungsi ekologis yang sempat terabaikan, sedangkan uji emisi kendaraan mencerminkan akuntabilitas ekologis yang perlu menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.
“Langkah kecil ini sebenarnya memiliki makna besar. Penanaman pohon bukan hanya simbol semata, tetapi wujud nyata upaya menjaga keberlanjutan ekosistem. Uji emisi harus menjadi kebiasaan berkelanjutan, bukan hanya sekali di sini, tetapi terus diterapkan di seluruh jaringan jalan tol,” ujar Hanif.
Hanif juga mengapresiasi inovasi Jasa Marga dalam mengelola sampah secara terstruktur di setiap rest area. Menurutnya, inisiatif ini dapat menjadi role model bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lain di seluruh Indonesia.
“Pengelolaan sampah di rest area menunjukkan kesiapan kita menuju gaya hidup minim plastik. Saya berharap praktik baik ini dapat direplikasi di semua ruas tol, khususnya di Jawa Barat,” tutur Hanif.
Artikel Terkait
Kuartal I Tahun 2025, Jasa Marga Catatkan Laba Bersih Meroket 49,48%
Laba Naik Tajam, Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,13 Triliun dalam RUPST 2025
Jasa Marga Raih Penghargaan Pelestarian Kebudayaan Lewat Program Pembinaan dan Pemberdayaan UMKM
Jasa Marga Gandeng LPPOM MUI Gelar Bimtek Sertifikasi Halal bagi 35 UMKM di Rest Area Travoy KM 379A
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2025: Jasa Marga Catat Lebih dari 320 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek