"Tantangan utama yang akan dihadapi dalam proyek ini adalah penimbunan tanah setinggi 10-12 meter.
"Untuk mengatasinya, kami akan menggunakan teknologi khusus agar tanah timbunan tetap stabil dan tidak longsor dengan penggunaan geotekstil stabilisator,” tambah Adjib.
Selain berkontribusi pada pembangunan infrastruktur, proyek ini juga diproyeksikan menyerap ratusan tenaga kerja, sejalan dengan program Asta Cita poin 3 yang bertujuan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Dampak ekonominya pun luas, mencakup sektor pendukung seperti permintaan material alam, sewa alat berat, transportasi, dan logistik.
Baca Juga: Dimulai! Proyek RSUD Kota Bima oleh Hutama Karya untuk Wujudkan Layanan Kesehatan Modern
Hutama Karya juga berkomitmen menjalankan program kemitraan dengan masyarakat setempat, termasuk pemberdayaan usaha katering lokal untuk melayani kebutuhan pekerja di lapangan.
Dengan dimulainya pengerjaan Paket F ini, Hutama Karya kini tercatat menggarap 12 proyek di IKN.
Sebelumnya, perusahaan telah mengerjakan berbagai proyek strategis seperti Gedung Kawasan Kantor Kementerian Koordinator 2, Rusun ASN 2, Fasilitas Sisi Darat Bandara VVIP IKN, Rumah Sakit Vertikal IKN, Kawasan Masjid Negara, Sarana Prasarana 1B, Jaringan Perpipaan Air Limbah 1 dan 3 KIPP, Jalan Tol IKN Segmen 3A Karangjoang-KKT Kariangau, Fender dan Jembatan Pulau Balang, serta Jalan Tol IKN Segmen 5B Pulau Balang–Simpang Riko, yang sebagian besar kini berada dalam tahap konstruksi akhir.
Baca Juga: Cetak Generasi Pemimpin, Hutama Karya Gelar Finale Series Leadership Development Program 2025
"Kehadiran jalan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta peningkatan investasi di kawasan Ibu Kota Nusantara, sekaligus memperkuat posisi Hutama Karya sebagai mitra terpercaya pemerintah dalam mendukung suksesnya pembangunan IKN,” tutup Adjib.***