Tak hanya dari sisi finansial, kinerja usaha PLN juga menorehkan rekor.
Baca Juga: PLN Catat Peningkatan Keandalan Listrik Sepanjang 2024, Durasi dan Frekuensi Gangguan Menurun 24%
Perseroan mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp545,4 triliun.
Laba usaha pun terdongkrak 28,4% menjadi Rp60,6 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp17,7 triliun.
Strategi jitu seperti optimalisasi portofolio pembiayaan, efisiensi operasional, serta transformasi digital dan peningkatan tata kelola perusahaan turut memperkuat fondasi bisnis PLN.
Baca Juga: PLN Setor Rp65,59 Triliun ke Negara Sepanjang 2024, Naik Hampir 18 Persen dari Tahun Lalu
Hasilnya, operating margin PLN mencapai 11,1%, mencerminkan peningkatan efisiensi dan profitabilitas.
Sementara itu, total aset perusahaan naik menjadi Rp1.772,4 triliun atau tumbuh 6,09% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari transformasi budaya kerja dan model bisnis kami.
Baca Juga: RUPS 2025, PLN Catatkan Kinerja Positif, Pendapatan Tembus 545 Triliun!
"PLN kini siap menatap masa depan sebagai perusahaan energi nasional yang tangguh, efisien, dan kompetitif di kancah global,” tutup Darmawan.
Darmawan juga menambahkan bahwa seluruh pencapaian sepanjang tahun ini tidak lepas dari dukungan kuat Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat infrastruktur energi nasional serta stabilitas fiskal yang menopang makroekonomi Indonesia.
“Dukungan penuh Pemerintah ini menjadi katalis penting dalam memperkuat fundamental keuangan PLN serta mendorong terwujudnya swasembada energi melalui sistem kelistrikan yang andal, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.***