Kabar BUMN - Medio Juni 2025, sekelompok petani sawit dari Aceh, Jambi, dan Lampung datang ke PTPN IV PalmCo Regional III, Provinsi Riau.
Mereka datang bukan sekadar berkunjung, tapi ingin mempelajari sekaligus mengadopsi pola kemitraan petani dalam mengakselerasi peremajaan sawit rakyat (PSR) yang berlangsung di Riau.
Selama tiga hari, para petani ini berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan para petani mitra PTPN IV di Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu.
Baca Juga: Jalan Desa Rimpian Selesai Diperbaiki, PTPN IV Regional III Buka Ruang Tumbuhnya Ekonomi Lokal
Salah satu peserta, Muntasi, petani asal Aceh, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.
Bagi Muntasi, pengetahuan yang ia peroleh bukan hanya membuka wawasan, tapi juga menjadi bekal penting untuk membangun pola kemitraan yang lebih baik di kampung halamannya.
Di sela diskusi, jagung rebus dan kopi panas ikut menghangatkan suasana.
Baca Juga: Liburan ke Pantai Bareng Anak? Simak 7 Tips Berikut Agar Liburan Tetap Seru dan Aman!
"Luar biasa. Kami sangat berharap keberhasilan yang diraih di sini bisa diterapkan di Aceh," kata Muntasir, ketua rombongan petani dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam itu.
"Setidaknya ada empat hal penting yang kami pelajari dari sini yang Insya Allah bisa terapkan," lanjutnya.
Pertama, lanjut pria yang juga ketua kelompok tani Produsen Mulia Jaya Aceh tersebut, kebijakan kemitraan dengan pola manajemen tunggal atau single management.
Pola tersebut menjadi kunci sukses program PSR yang dilaksanakan PTPN IV PalmCO Regional III Riau di berbagai kabupaten Provinsi Riau.
Melalui pola tersebut, kultur teknis petani mitra akan setara dengan standar tinggi perusahaan.