rilis-bumn

Belajar ke Riau, Petani Sawit dari Tiga Provinsi Adopsi Pola Kemitraan PTPN IV

Senin, 23 Juni 2025 | 16:30 WIB
Belajar langsung ke lapangan, petani Aceh, Jambi, dan Lampung adopsi praktik terbaik peremajaan sawit rakyat (PSR) dari PTPN IV PalmCo.

Mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penananman, pemupukan, hingga pemeliharaan untuk diterapkan di areal peremajaan sawit masyarakat.

Baca Juga: Liburan ke Candi Prambanan Jangan Lupa Mampir ke Wisata-wisata di Sekitarnya, Berikut 5 Tempat yang Menarik Dikunjungi

Pendekatan tersebut, ia nilai kian lengkap dengan pola off taker atau pendampingan perusahaan kepada petani selama proses peremajaan sawit berlangsung.

Salah satu wujud pola tersebut adalah skema cash for works untuk para petani mitra sehingga para petani tetap mendapatkan penghasilan selama peremajaan berlangsung.

Selanjutnya, PTPN IV juga menawarkan program penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat, pendamping, pelatihan kepada para petani sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dalam mewujudkan perkebunan berkelanjutan.

Baca Juga: Pertamina Mandalika Racing Series 2025 Sukses Digelar, Ajang untuk Dukung Pembalap Muda Indonesia

"Pola yang diusung oleh Dirut PTPN IV PalmCo Pak Jatmiko Santosa ini kami kira menjadi kunci sukses PSR di Regional III.

"Selama ini kami hanya mendengar, namun dari kegiatan ini, kami bisa memahaminya secara langsung," timpal Maryanto, ketua rombongan petani asal Jambi.

Hal senada disampaikan oleh Roni, ketua rombongan petani asal Lampung yang menjelaskan persoalan kemitraan di Riau tidak jauh berbeda dengan provinsi yang berada di ujung Pulau Andalas tersebut.

Baca Juga: Ragam Jenang di Solo dan Yogyakarta, Setiap Sajian Mengandung Makna Mendalam

Namun, lanjut dia, pendekatan yang dilaksanakan Regional III memberikan hasil yang jauh lebih baik.

"Memang kalau kita lihat karateristik permasalahan di sini tidak jauh berbeda dengan Lampung. Kerjasama antara pihak perusahaan dan petani yang tentu akan sukses dan berhasil ketika roh nya ada. Roh kebersamaan.

"Roh kebersamaan itu butuh rasa saling. Saling mendukung, saling membantu, saling menguatkan. Tidak bisa berdiri sendiri. Strategi ini yang akan kita bawa ke sana," kata Roni yang juga Ketua Koperasi Bina Sejahtera Lampung itu.

Baca Juga: PTDI dan KNDS Prancis Sepakat Kembangkan Sistem Senjata 20mm untuk Helikopter

Ia menambahkan, pihaknya mendapatkan satu perbandingan yang sangat luar biasa. Keterbukaan, transparansi, modal utama untuk kepercayaan.

Halaman:

Tags

Terkini