Kabar BUMN — PT Bio Farma (Persero), BUMN Farmasi terbesar di Indonesia, menggandeng PT Roche Indonesia (Divisi Diagnostik) untuk mendorong pengembangan alat kesehatan deteksi dini kanker serviks produksi lokal.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Master of Cooperation Agreement yang berlangsung antara kedua belah pihak.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan berkomitmen memperluas deteksi kanker serviks berbasis HPV DNA dan memperluas deteksi kanker serviks lewat pendekatan model Hub & Spoke dengan instrumen sistem otomasi performa tinggi dan sistem PCR manual.
Langkah ini sekaligus menjadi dukungan nyata terhadap program Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Serviks dari Kementerian Kesehatan RI.
Bio Farma dan Roche berharap kerja sama ini bisa meningkatkan kapasitas layanan deteksi dini, memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan, serta memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis teknologi di Tanah Air.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati, dan Direktur Divisi Diagnostik Roche Indonesia, Lee Poh Seng.
Baca Juga: Liburan ke Pantai Bareng Anak? Simak 7 Tips Berikut Agar Liburan Tetap Seru dan Aman!
Kolaborasi ini menjadi wujud kontribusi bersama dalam mempercepat upaya pencegahan kanker serviks melalui deteksi dini secara masif, merata, dan berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, proyek percontohan skrining kanker serviks dengan DNA HPV yang tengah dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur, dengan pendekatan Hub & Spoke yang mendukung visi integrasi layanan primer Kementerian Kesehatan.
Pemanfaatan sistem PCR untuk pengujian DNA HPV akan menjadi tulang punggung pelaksanaan program ini, sekaligus memperluas akses terhadap teknologi diagnostik mutakhir, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Baca Juga: HUT Jakarta ke 498 Tahun, Kuliner Kereta dan Loko Cafe Tawarkan Menu-menu Khas Jakarta
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan bahwa kerja sama ini bukan sekadar upaya skrining semata, melainkan bagian integral dari strategi nasional dalam membangun ketahanan sistem kesehatan.
“Ketahanan kesehatan nasional dibangun dari kemampuan kita mendeteksi dan menangani penyakit secara dini dan terstruktur.