Langkah Besar Bio Farma: Distribusi Perdana FloDeg, Simbol Kemandirian Diagnostik Nuklir Indonesia

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 13 Juni 2025 | 09:00 WIB
Bio Farma distribusikan FloDeg, radiofarmaka buatan dalam negeri pertama, dorong kemandirian diagnostik nuklir dan sistem kesehatan nasional. (Dok. Bio Farma )
Bio Farma distribusikan FloDeg, radiofarmaka buatan dalam negeri pertama, dorong kemandirian diagnostik nuklir dan sistem kesehatan nasional. (Dok. Bio Farma )

Kabar BUMN - Jakarta menjadi saksi penyerahan simbolis produk radiofarmaka pertama buatan Indonesia, FloDeg, yang dilakukan oleh Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati, kepada Direktur Medis RS Tzu Chi, dr. Suriyanto pada 12 Juni 2025.

Produk ini menandai tonggak sejarah penting dalam pengembangan teknologi kedokteran nuklir nasional. FloDeg secara resmi mulai didistribusikan ke tiga rumah sakit mitra yakni RS Tzu Chi PIK Jakarta, RS Mitra Plumbon Cirebon, dan RS Mandaya Royal Puri Tangerang.

Sebagai produk Fludeoxyglucose - 18F hasil produksi dalam negeri, FloDeg hadir sebagai solusi baru untuk layanan PET Scan, terutama untuk deteksi kanker.

Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN EPI Tanam 500 Pohon Buah di Gunung Aseupan

Keberadaan produk ini mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan menjadi bagian penting dari misi besar pemerintah dalam memperkuat industri farmasi strategis dan teknologi tinggi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Produk ini sekaligus mencerminkan lompatan teknologi dari riset Bio Farma yang mendukung transformasi sistem kesehatan nasional.

Direktur Pengembangan Usaha PT Bio Farma (Persero), Yuliana Indriati, menyampaikan, “Distribusi perdana FloDeg adalah bukti komitmen kami dalam memperkuat kemandirian bangsa di bidang layanan diagnostik kanker."

Baca Juga: Promo Whoosh Libur Sekolah 2025: Diskon Edukasi, Rombongan, dan Frequent Card

"Ini adalah momen bersejarah, di mana Indonesia untuk pertama kalinya memproduksi dan mendistribusikan sendiri radiofarmaka."

"Ke depan, kami akan terus mengembangkan portofolio produk theranostic lainnya demi mendukung pelayanan kesehatan berbasis teknologi kedokteran nuklir.”

Produksi FloDeg dilakukan di fasilitas Cyclotron milik Bio Farma yang berada di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat.

Baca Juga: Tinggal Kenangan, Ini Tempat Tuan dan Noni Belanda Dulu Bergaul di Jakarta

Fasilitas tersebut telah memenuhi ketentuan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM dan protokol keselamatan radiasi dari BAPETEN.

Diresmikan pada September 2024 oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, fasilitas ini menjadi yang pertama di Indonesia dan termasuk yang paling maju di Asia Tenggara dalam produksi radiofarmaka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini