rilis-bumn

Anjungan OOA PHE ONWJ Mulai Dikirim dari Bintan ke Laut Jawa, Dukung Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 25 Juni 2025 | 09:30 WIB
Momen seremoni “Load Out & Sail Away” struktur top side Anjungan OOA yang dihadiri SKK Migas, Pertamina Hulu Energi, Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, PHE ONWJ (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memulai langkah besar dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Topside Anjungan OOA dengan bobot 530 metrik ton telah diberangkatkan dari fasilitas fabrikasi milik PT Meitech Eka Bintan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (24/6), menuju pesisir utara Jawa Barat.

Anjungan tersebut merupakan bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX yang digarap oleh anak perusahaan PT Meindo Elang Indah.

Baca Juga: Segera Tukarkan Poinmu! Deretan Hadiah Menarik Menantimu di Undi-Undi Hepi Telkomsel 2025

Acara pelepasan topside ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat SKK Migas dan Pertamina.

Di antaranya adalah Taufan Marhaendrajana selaku Deputi Eksploitasi SKK Migas, Nanang Untung dan Paiman Raharjo dari Dewan Komisaris PHE, Awang Lazuardi selaku Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, serta Rahmat Ali Hakim, VP Production and Operations Regional Jawa.

Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya proyek ini dalam konteks nasional.

Baca Juga: Libur Tahun Baru Islam 2025 Jatuh di Hari Jumat, Saat Tepat Rencanakan Long Weekend

Sebelumnya, struktur jacket dengan bobot 200 metrik ton telah dikirim pada Sabtu (7/6) dari lokasi yang sama.

Kedua bagian dari Anjungan OOA ini akan disambungkan melalui pipa bawah laut sepanjang 14 km dengan diameter 12 inci ke fasilitas OPF Balongan di Indramayu.

Pipa tersebut dipasang pada kedalaman 2 meter di bawah permukaan dasar laut, mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Masih Dibuka! Magang di Bank BTN Batch 6 Cocok untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional dari Lapangan OO-OX. Selain pembangunan anjungan, empat sumur pengembangan juga akan dibor, yaitu OOA-1 hingga OOA-4.

Diharapkan, proyek ini bisa menambah produksi sebesar 2.996 barel minyak per hari dan 21,26 juta standar kaki kubik gas per hari pada kuartal pertama 2026.

Halaman:

Tags

Terkini