Platform ini menjadi solusi atas tantangan komunikasi yang kerap dihadapi anak-anak tuli dan disabilitas wicara dalam proses belajar.
Baca Juga: Telkom Luncurkan StuntingHub, Inovasi Digital untuk Cegah Stunting Anak
Materi yang tersedia telah mengadopsi Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), yang secara luas digunakan dalam pendidikan formal di SLB.
Namun ke depan, Telkom membuka peluang untuk integrasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), bahasa alami yang digunakan oleh komunitas tuli di kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan pelatihan, para guru SLB turut menjajal langsung fitur i-Chat 2.0, berbagi umpan balik, dan berdiskusi tentang integrasi platform ini ke dalam proses pembelajaran di sekolah.
Baca Juga: Siap Magang dan Punya Skill Coding? Coba Kesempatan Fullstack Developer di Telkom Indonesia!
Partisipasi aktif ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi dalam menciptakan ruang belajar yang semakin ramah dan setara bagi seluruh anak.
Peluncuran i-Chat 2.0 bukan hanya soal inovasi teknologi, melainkan langkah nyata Telkom dalam memperluas akses pendidikan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki hambatan komunikasi.
Dengan platform ini, Telkom berharap anak-anak dengan disabilitas tuli dan wicara dapat lebih siap menghadapi tantangan komunikasi sekaligus meraih masa depan yang lebih cerah.***